Pencarian

SpaceX Siapkan Starlink Mobile Jadi Operator Seluler Besar di AS

Jumat, 09 Oktober 2026 • 21:30:31 WIB
SpaceX Siapkan Starlink Mobile Jadi Operator Seluler Besar di AS
SpaceX mengumumkan perolehan lisensi spektrum low-band nasional dan persetujuan FCC untuk konstelasi Gen2 Starlink Mobile.

ACEH — SpaceX mengumumkan dua langkah besar untuk menjadikan Starlink Mobile sebagai operator seluler sungguhan di Amerika Serikat, termasuk lisensi spektrum low-band nasional dan persetujuan FCC untuk konstelasi Gen2. Langkah ini membuka jalan Starlink menjadi alternatif nyata bagi operator konvensional, dengan dukungan perangkat yang sudah ada di pasaran. Pengguna iPhone di AS berpotensi menjadi salah satu target utama layanan ini.

Langkah ini menandai pergeseran strategi SpaceX dari penyedia internet satelit menjadi pemain langsung di pasar telekomunikasi seluler. Selama ini Starlink dikenal sebagai layanan broadband satelit untuk rumah dan bisnis, bukan sebagai operator yang melayani ponsel secara langsung.

Lisensi Spektrum Low-Band Jadi Kunci Jangkauan

Portofolio lisensi spektrum low-band nasional yang baru diperoleh SpaceX berfungsi sebagai lapisan cakupan yang memastikan sinyal Starlink Mobile mampu menembus hambatan seperti dinding. Dengan spektrum ini, layanan dapat menjangkau perangkat pelanggan bahkan saat berada di dalam gedung.

Yang menarik, sebagian besar perangkat seluler yang beredar saat ini sudah mendukung pita spektrum low-band tersebut. Artinya, pengguna tidak perlu membeli perangkat baru untuk bisa menikmati layanan ini jika nanti tersedia secara komersial.

SpaceX juga memiliki spektrum mid-band 2 GHz global yang akan menyediakan kapasitas bandwidth tinggi di Amerika Serikat. Kombinasi spektrum mid-band untuk kapasitas dan low-band untuk jangkauan menjadi fondasi arsitektur layanan Starlink Mobile ke depan.

FCC Setujui 15.000 Satelit V2 untuk Spektrum 2 GHz

FCC telah menyetujui deployment 15.000 satelit yang dioptimalkan untuk spektrum 2 GHz secara global. Satelit V2 Starlink Mobile ini diklaim mampu menghadirkan bandwidth lebih dari 100 kali lipat dibanding generasi saat ini, yang berdampak pada peningkatan kecepatan koneksi secara global.

Persetujuan penuh untuk aplikasi konstelasi Gen2 Starlink Mobile sendiri belum diberikan. Namun SpaceX optimistis izin tersebut akan segera turun sehingga perusahaan dapat melanjutkan deployment dengan arsitektur fleksibel yang menggabungkan konstelasi satelit-ke-ponsel di angkasa dengan deployment terestrial yang canggih.

Pendekatan hybrid ini berbeda dari operator seluler konvensional yang mengandalkan menara BTS di darat. Starlink Mobile memadukan infrastruktur darat dengan satelit untuk memperluas cakupan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial.

Apa Artinya bagi Pengguna Ponsel

Jika rencana ini berjalan sesuai jadwal, Starlink Mobile berpotensi menjadi pilihan operator seluler yang benar-benar baru bagi pengguna iPhone dan perangkat lain di Amerika Serikat. Layanan ini menjanjikan cakupan yang lebih merata, termasuk di area terpencil yang selama ini lemah sinyal.

Bagi pengguna di Indonesia, perkembangan ini masih jauh dari penerapan langsung. Regulasi telekomunikasi nasional dan kesiapan infrastruktur satelit di wilayah ekuator menjadi faktor yang menentukan kapan layanan serupa bisa masuk. Meski demikian, arah industri global menunjukkan operator berbasis satelit semakin serius menggarap pasar seluler konsumen.

SpaceX belum mengumumkan tanggal peluncuran komersial, skema harga, maupun daftar mitra operator untuk Starlink Mobile. Yang jelas, dua tonggak regulasi dan spektrum ini menjadi fondasi penting sebelum layanan bisa beroperasi penuh sebagai operator seluler.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 9to5mac.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks