Pencarian

Pelindo dan Pemko Padang Tata Kawasan Muaro Jadi Destinasi Maritim

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 09:04:01 WIB
Pelindo dan Pemko Padang Tata Kawasan Muaro Jadi Destinasi Maritim
Wali Kota Padang Fadly Amran menerima GM PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar dalam audiensi di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (8/10/2026).

ACEH — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bersama Pemerintah Kota Padang menyiapkan penataan kawasan Muaro Padang menjadi destinasi wisata maritim yang lebih tertata. Kawasan di sekitar terminal penumpang Mentawai Fast itu akan dibenahi dengan konsep representatif, termasuk penyeragaman kapal wisata. Langkah ini digadang mendorong ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Padang sebagai kota gastronomi dunia.

Wali Kota Padang Fadly Amran menerima General Manager PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (8/10/2026). Audiensi itu membahas rencana pengembangan kawasan di sekitar Pelabuhan Muaro Padang oleh PT Pelindo Sinergi Lokaseva, salah satu subholding Pelindo.

Pembahasan tersebut merupakan lanjutan dari rencana penataan kawasan Kota Tua dan Batang Arau yang sudah lebih dulu bergulir. Fokusnya kini mengerucut ke area di sekitar terminal penumpang Mentawai Fast, pintu keberangkatan menuju Kepulauan Mentawai.

Konsep Penataan dan Maritim Center

Ferrial menyebut kawasan Muaro Padang akan ditata dengan konsep yang lebih representatif. Kapal-kapal wisata yang selama ini bersandar akan diatur agar terlihat lebih seragam dan teratur.

Konsep penataan itu antara lain terinspirasi dari kawasan wisata maritim di Bali. Penataan ini juga berkaitan dengan pembangunan Maritim Center yang tengah dikerjakan Pelindo.

"Ini sejalan dengan Maritim Center yang sedang kita bangun saat ini. Pengembangan kawasan ini dapat mendukung cita-cita Pemerintah Kota Padang menjadi kota gastronomi," kata Ferrial.

Mengapa Muaro Padang Penting bagi Padang

Fadly menilai Muaro Padang punya posisi strategis karena menjadi salah satu pintu masuk menuju Kepulauan Mentawai, wilayah dengan potensi wisata kelas dunia. Pengembangan kawasan ini masuk dalam Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang, khususnya penataan dan aktivasi kawasan pinggir pantai.

Menurut Fadly, penataan kawasan tersebut diharapkan membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian warga Kota Padang. Pemerintah kota juga melihatnya sebagai penguat upaya menjadikan Padang sebagai kota gastronomi dunia.

"Kami sangat mendukung pengembangan Muaro Padang, karena dapat mendukung Padang menjadi kota gastronomi dunia. Kita siap bersinergi dan berkolaborasi dengan PT Pelindo untuk menyukseskan pembangunan ini," ujarnya.

Dampak bagi Warga dan Pelaku Usaha

Bagi pedagang dan pelaku usaha di sekitar Muaro Padang, penataan ini berpotensi mendatangkan lebih banyak kunjungan wisatawan, baik yang hendak menyeberang ke Mentawai maupun yang sekadar menikmati kawasan pantai. Terminal Mentawai Fast melayani perjalanan menuju Kepulauan Mentawai, yang selama ini menjadi salah satu rute favorit wisatawan domestik dan mancanegara.

Penyeragaman kapal wisata juga disebut akan membuat kawasan lebih rapi dan nyaman dipandang, sehingga memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi wisata maritim.

Melalui kolaborasi itu, Pemko Padang dan Pelindo berharap kawasan Muaro Padang berkembang menjadi destinasi wisata maritim yang menopang pertumbuhan ekonomi lokal. Bagi Pelindo, penataan ini menjadi bagian dari perluasan peran subholding di luar bisnis kepelabuhanan inti, sementara bagi Padang, kawasan Muaro menjadi ujung depan wajah kota di mata wisatawan yang datang dari arah laut.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: langgam.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks