ACEH TAMIANG — Penjabat Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, menegaskan bahwa Terminal Tipe B Aceh Tamiang memiliki posisi vital sebagai simpul transportasi antarkota dalam provinsi sekaligus pintu masuk Aceh dari Sumatera Utara. Karena itu, percepatan penyelesaian rehabilitasi menjadi prioritas agar terminal yang terdampak banjir akhir tahun lalu bisa segera beroperasi normal.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Taufik didampingi Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Kepala Dinas Perhubungan Aceh T. Faisal, Plh. Inspektur Aceh T. Aznal Zahri, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).
Mengapa Terminal Tipe B Aceh Tamiang Disebut Vital bagi Warga?
Taufik menilai progres rehabilitasi sudah menunjukkan peningkatan. Ia berharap pihak rekanan dapat mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan agar penyelesaian sesuai target dan terminal tidak terlalu lama menunggu untuk kembali melayani masyarakat.
"Terminal ini sangat vital bagi masyarakat. Kami mengharapkan percepatan penyelesaian pembangunan agar pemanfaatannya dapat segera pulih," ujar Taufik.
Fasilitas Apa Saja yang Ditingkatkan pada Tahun Anggaran 2026?
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, mengatakan rehabilitasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memulihkan fasilitas transportasi yang terdampak bencana sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pekerjaan tidak hanya berfokus pada pemulihan kerusakan, tetapi juga mencakup peningkatan sejumlah fasilitas penunjang.
"Sejumlah fasilitas ditingkatkan, di antaranya jumlah loket dari 8 menjadi 12 unit dan luas ruang tunggu dari 40 menjadi 168 meter persegi. Fasilitas kantin juga bertambah dari 2 menjadi 4 unit, sedangkan fasilitas toilet pria dan wanita meningkat dari 2 menjadi 6 unit," ujar Faisal.
- Loket layanan: dari 8 menjadi 12 unit
- Ruang tunggu: dari 40 menjadi 168 meter persegi
- Kantin: dari 2 menjadi 4 unit
- Toilet pria dan wanita: dari 2 menjadi 6 unit
Penataan Kantor hingga Akses Difabel Masuk Lingkup Pekerjaan
Selain penambahan fasilitas utama, rehabilitasi mencakup penataan kantor petugas agar lebih terintegrasi. Pemerintah juga menyediakan akses bagi penyandang disabilitas, ruang laktasi, serta fasilitas ATM di area terminal.
Pembenahan dilakukan pada musala dan pagar terminal, disertai pembaruan tampilan bangunan agar lebih modern. Faisal berharap peningkatan fasilitas tersebut tidak hanya mendukung kelancaran operasional terminal, tetapi juga memberikan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan akses bagi masyarakat.
"Kami berharap rehabilitasi ini dapat diselesaikan sesuai target sehingga terminal segera kembali melayani masyarakat dengan fasilitas yang lebih baik, aman, dan nyaman," ujar T. Faisal.
Dengan percepatan penyelesaian rehabilitasi dan peningkatan fasilitas tersebut, Terminal Tipe B Aceh Tamiang diharapkan kembali berfungsi optimal sebagai simpul transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas antara Aceh dan Sumatera Utara.