Kemenag Aceh Siapkan Pemantauan Hilal Awal Zulhijah 1447 H di Empat Titik pada 17 Mei 2026

Penulis: Yasir  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 15:20:01 WIB
Tim Kemenag Aceh bersiap melakukan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 H di empat lokasi pada 17 Mei 2026.

BANDA ACEH — Kemenag Aceh menjadwalkan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 H pada 17 Mei 2026 pukul 18.46 WIB, bertepatan dengan waktu Magrib. Pengamatan dilakukan untuk menentukan awal bulan Zulhijah yang menjadi patokan Hari Raya Iduladha.

Empat Titik Pengamatan Tersebar di Aceh

Pemantauan dipusatkan di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar. Tiga titik lainnya berada di Kilometer 0 Sabang, Bukit Blang Tiron Kompleks Perta Arun Gas di Kota Lhokseumawe, dan Pantai Lhok Geulumpang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengatakan tim falakiyah akan menggunakan instrumen astronomi di setiap lokasi. “Pemantauan hilal dilakukan dengan menggunakan instrumen astronomi dan melibatkan tim falakiyah. Hasil pengamatan nantinya akan dilaporkan sebagai bahan dalam Sidang Isbat yang digelar pemerintah,” kata Azhari, Rabu (13/5/2026).

Posisi Hilal Diprediksi Memenuhi Syarat MABIMS

Berdasarkan data hisab dari Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, konjungsi terjadi pada pukul 03.01.03 WIB. Matahari diperkirakan terbenam pukul 18.46.41 WIB, sedangkan bulan tenggelam pada 19.22.19 WIB. Artinya, hilal dapat diamati selama sekitar 36 menit setelah matahari terbenam.

Ketua Tim Falakiyah Aceh, Alfirdaus Putra, menjelaskan tinggi bulan saat Magrib mencapai 6,78 derajat dengan elongasi geosentrik bulan-matahari 10,62 derajat. Iluminasi bulan diperkirakan sekitar 0,73 persen. “Hilal awal Zulhijah 1447 H di Lhoknga berpotensi terlihat karena telah berada pada ketinggian 6,78 derajat dengan elongasi 10,62 derajat. Secara kriteria MABIMS, posisi ini sudah memenuhi syarat imkanur rukyat,” ujar Alfirdaus.

Cuaca Jadi Faktor Penentu Terlihatnya Hilal

Menurut Alfirdaus, peluang hilal terlihat cukup besar jika ufuk barat cerah dan tidak tertutup awan tebal. Posisi bulan berada sekitar 6,22 derajat di kanan atas matahari dan 5,79 derajat ke arah utara dari titik barat.

“Hilal memungkinkan untuk dirukyat karena ketinggian, elongasi, dan luas permukaan terang bulan sudah cukup. Kendala utama biasanya berasal dari kondisi cuaca, seperti mendung, awan tebal, atau gangguan di ufuk barat,” katanya.

Hasil pemantauan dari empat titik di Aceh nantinya akan dikirim sebagai bagian dari laporan nasional dalam Sidang Isbat penetapan 1 Zulhijah 1447 H yang digelar pemerintah pusat pada Minggu sore. Azhari mengimbau masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan awal Zulhijah dan Hari Raya Iduladha 1447 H.

Reporter: Yasir
Sumber: infopublik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top