BANDA ACEH — PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di wilayah Sumatra berangsur pulih setelah gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi pada Jumat (22/5/2026) malam. Insiden yang dipicu cuaca ekstrem itu menyebabkan pemadaman massal di lima provinsi, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Jambi.
Hingga Sabtu pukul 10.00 WIB, sebanyak 3.192 MW pasokan listrik telah kembali tersalurkan dari total 5.334 MW yang sempat terdampak. PLN mencatat lebih dari 8,3 juta pelanggan sudah kembali menyala, sementara 19 gardu induk masih dalam proses pemulihan.
Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, mengatakan dari 21 gardu induk yang terdampak di Aceh, sebanyak 17 telah kembali beroperasi hingga Sabtu pukul 05.00 WIB. Ratusan personel dikerahkan untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik ke pelanggan.
“PLN terus melakukan percepatan penormalan agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali sampai ke pelanggan,” kata Lukman dalam keterangan resmi yang dikutip dari ANTARA, Sabtu (23/5/2026).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan gangguan bermula dari ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Cuaca ekstrem menyebabkan transmisi tersebut keluar dari sistem kelistrikan Sumatra, memicu gangguan berantai pada sejumlah pembangkit.
“Ada ruas transmisi 275 KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi, yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca sehingga terjadi gangguan pada sistem transmisi tersebut,” ujar Darmawan saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Akibatnya, sebagian pembangkit mengalami kelebihan pasokan (over supply) sehingga frekuensi dan tegangan meningkat. Pembangkit otomatis keluar dari sistem untuk mencegah kerusakan lebih parah.
PLN melakukan pemulihan bertahap mulai dari pemeriksaan gardu induk hingga jaringan transmisi. Seluruh gardu induk dan transmisi berhasil dipulihkan dalam waktu sekitar dua jam. Namun, pembangkit thermal membutuhkan waktu lebih lama—sekitar 15 hingga 20 jam—untuk proses start-up hingga sinkronisasi sistem.
“Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem,” kata Darmawan.
PLN memastikan tim teknis terus bekerja 24 jam untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra hingga kembali normal sepenuhnya. Perusahaan juga telah melaporkan insiden ini ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk penanganan lebih lanjut.