ACEH — Setelah BlackBerry menghentikan produksi ponsel hardware-nya sekitar satu dekade lalu, pasar justru menunjukkan geliat sebaliknya di awal 2026. Setidaknya lima ponsel dan aksesori dengan keyboard QWERTY fisik telah dirilis atau didanai melalui kampanye crowdfunding dalam 12 bulan terakhir. Fenomena ini tidak didorong oleh satu merek besar, melainkan oleh kombinasi produsen aksesori seperti Clicks dan vendor China seperti Unihertz serta Zinwa Technologies.
Alasan kebangkitan ini lebih dari sekadar nostalgia bekas pengguna BlackBerry. Bagi pengguna yang banyak mengetik surel atau dokumen, keyboard fisik menawarkan akurasi lebih tinggi dan bebas dari bug keyboard virtual yang kerap muncul di pembaruan iOS atau Android. "Keyboard fisik mungkin lebih kecil kemungkinannya mengalami bug keyboard perangkat lunak, seperti masalah keyboard iPhone yang dialami beberapa pengguna baru-baru ini," tulis laporan yang dijadikan sumber.
Selain itu, ponsel QWERTY menawarkan diferensiasi desain di tengah pasar yang didominasi layar penuh minimalis. Beberapa pengguna juga melaporkan manfaat tidak langsung: berkurangnya waktu layar karena konsumsi konten di layar kecil tidak senyaman di ponsel konvensional. Ponsel ini kerap dijadikan perangkat sekunder khusus untuk komunikasi, seperti SMS, surel, dan produktivitas.
Bagi yang ingin ponsel dengan keyboard terintegrasi, terdapat beberapa opsi yang sudah tersedia:
Bagi yang tidak ingin berganti ponsel utama, Clicks juga menghadirkan aksesori keyboard yang kompatibel dengan iPhone dan Android tertentu. Case keyboard ini menempel di bagian bawah ponsel dan terhubung melalui konektor pintar, memberikan pengalaman mengetik fisik tanpa mengorbankan perangkat yang sudah dimiliki.
Ponsel dengan keyboard fisik bukan untuk semua orang. Produk ini paling cocok untuk pengguna yang mengetik dalam volume besar setiap hari, pekerja lapangan yang membutuhkan respons taktil, atau siapa pun yang ingin ponsel sekunder untuk komunikasi bebas gangguan. Dengan rentang harga mulai Rp 3,7 juta hingga Rp 9,5 juta, pilihannya kini cukup bervariasi, meski ketersediaan di Indonesia masih perlu dicek langsung ke distributor masing-masing.