ACEH UTARA — Kerusakan hunian sementara (huntara) akibat angin kencang di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, terus bertambah. Camat Langkahan, T. Reza Ichwan, mengungkapkan bahwa hasil pendataan lanjutan mencatat 58 unit huntara rusak, melonjak dari laporan awal sebanyak 35 unit. Satu unit musala di kawasan tersebut juga ikut rusak.
“Total huntara yang mengalami kerusakan mencapai 58 unit yang tersebar di beberapa lokasi,” kata Reza kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).
Reza menjelaskan, kerusakan terparah terjadi di kawasan Huntara Gampong Rumoh Rayeuk yang merupakan bantuan BNPB. Dari 36 unit yang terdampak, tercatat 11 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan. Sementara itu, di Huntara Gampong Langkahan yang juga bantuan BNPB, terdapat lima unit yang mengalami rusak ringan.
Angin kencang juga menghantam Huntara Dusun Leubok Meuku, Gampong Buket Linteung, yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum. “Tujuh unit huntara rusak berat, sementara satu unit musala di lokasi yang sama juga mengalami kerusakan,” ujar Reza.
Di kawasan Gampong Geudumbak, yang merupakan program pembangunan in situ, tercatat 10 unit huntara mengalami kerusakan. Rinciannya, empat unit rusak berat, empat unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan.
Akibat kerusakan ini, para penghuni huntara untuk sementara terpaksa mengungsi ke rumah kerabat, keluarga, maupun tetangga terdekat yang dianggap lebih aman. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya beberapa warga dilaporkan mengalami luka ringan saat huntara diterpa angin.
Pemerintah Kecamatan Langkahan bersama pihak terkait tengah menyiapkan langkah penanganan darurat bagi warga terdampak. “Kami akan mendirikan tenda darurat untuk warga yang terdampak sambil menunggu langkah penanganan lebih lanjut,” kata Reza.
Kerusakan ini menambah beban para penghuni huntara yang sebelumnya merupakan korban banjir bandang pada November 2025. Mereka masih menunggu proses pembangunan hunian tetap (Huntap) yang dijanjikan. “Tentunya Pemkab Aceh Utara bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pendataan lanjutan, serta menyiapkan bantuan darurat guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi selama masa penanganan pascabencana,” tutup Reza Ichwan.