LAMBARO — Keyakinan Perbakin Aceh Besar untuk menjadi juara umum cabang menembak di PORA XV 2026 bukan tanpa dasar. Sebelumnya, pada ajang Pra PORA, Aceh Besar tampil perkasa dengan mengoleksi enam medali emas, dua perak, dan tiga perunggu. Total 11 medai berhasil mereka kumpulkan.
Ketua Umum Perbakin Aceh Besar, T Nofizal Aiyub yang akrab disapa Ampon Yub, menyebut target 10 emas itu realistis. Ia mengaku optimistis melihat potensi atlet yang dimiliki saat ini.
“Alhamdulillah hasil Pra PORA sangat membanggakan. Kita berhasil menjadi juara umum dengan perolehan 11 medali. Namun ini baru langkah awal menuju PORA. Sasaran utama kita adalah juara umum di PORA nanti,” ujar Ampon Yub saat pertemuan dengan atlet dan pelatih di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Jumat (5/6/2026).
Dari total 17 medali emas yang diperebutkan di PORA XV Aceh Jaya, Aceh Besar menargetkan menguasai lebih dari separuh nomor pertandingan. Target ini dinilai masuk akal mengingat seluruh 18 atlet menembak Aceh Besar yang tampil di Pra PORA dipastikan lolos ke PORA XV.
Ampon Yub mengingatkan para atlet untuk tidak cepat berpuas diri. Ia meminta mereka meningkatkan intensitas latihan dan menjadikan PORA sebagai batu loncatan menuju level yang lebih tinggi.
“Para atlet harus serius mempersiapkan diri. Jangan hanya berpikir tentang PORA, tetapi juga harus memiliki cita-cita tampil di PON dan mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional,” katanya.
Peluang mempertahankan prestasi dinilai cukup besar. Aceh Besar memiliki fasilitas latihan yang memadai, termasuk Lapangan Tembak Rindam Iskandar Muda di Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah. Tempat ini selama ini menjadi pusat pembinaan atlet menembak daerah tersebut.
Ketua Harian Perbakin Aceh Besar, Ridwan Jamil, turut mengapresiasi capaian atlet dan pelatih. Ia berharap semangat dan kekompakan ini terus terjaga sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai pada PORA XV nanti.
Terkait kemungkinan perubahan jadwal PORA XV akibat faktor kesiapan tuan rumah, Ampon Yub menegaskan hal tersebut tidak akan memengaruhi persiapan timnya. “Bagaimanapun kondisinya, Aceh Besar siap. Kapan pun PORA dilaksanakan, kami siap mengikutinya,” pungkasnya.