Sabang Terus Berbenah Menjaga Daya Tarik Wisata, Kunjungan Meningkat di Akhir Pekan dan Libur Sekolah

Penulis: Yasir  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 13:44:31 WIB
Kapal penumpang bersandar di Dermaga Balohan, menyambut wisatawan menuju Pulau Weh.

SABANG — Kapal-kapal penumpang silih berganti bersandar di Dermaga Balohan, mengantar wisatawan menuju Pulau Weh. Suasana pelabuhan menjadi lebih ramai dari biasanya saat akhir pekan atau musim liburan tiba. Wisatawan datang dengan tas ransel, koper, hingga perlengkapan selam, siap menjelajahi pesona ujung barat Nusantara.

Bagi Kota Sabang, geliat kedatangan wisatawan itu bukan sekadar angka statistik. Kehadiran mereka menjadi denyut ekonomi yang menghidupkan hotel, penginapan, rumah makan, usaha transportasi, pemandu wisata, hingga pelaku usaha mikro yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata.

Dari Kilometer Nol hingga Surga Bawah Laut

Tugu Kilometer Nol Indonesia masih menjadi destinasi utama yang hampir selalu masuk dalam daftar kunjungan. Lokasi simbolis yang menjadi titik awal penghitungan jarak di Indonesia itu menawarkan panorama luas Samudra Hindia dan menjadi tempat favorit untuk berfoto.

Namun, daya tarik Sabang tidak berhenti di sana. Kawasan Iboih dan Pulau Rubiah masih menjadi magnet utama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata bahari. Air laut yang bening memungkinkan pengunjung melihat langsung keindahan terumbu karang bahkan dari atas permukaan. Pulau Rubiah, yang berada tidak jauh dari Pantai Iboih, dikenal sebagai salah satu lokasi snorkeling dan menyelam terbaik di Aceh.

Di sisi lain pulau, Gua Sarang menawarkan panorama tebing batu kapur yang berpadu dengan laut biru. Lokasi ini semakin populer dalam beberapa tahun terakhir berkat unggahan wisatawan di media sosial. Sabang juga memiliki destinasi lain yang terus berkembang, seperti Secret Beach atau Batee Kapai, Pantai Pasir Putih, Pantai Sumur Tiga, Air Terjun Pria Laot, hingga kawasan Gunung Api Jaboi yang menyajikan fenomena geotermal.

Promosi Digital Jadi Ujung Tombak

Di tengah perubahan perilaku wisatawan yang semakin bergantung pada internet, strategi promosi pariwisata pun berubah. Jika sebelumnya promosi banyak dilakukan melalui pameran dan media konvensional, kini media sosial menjadi salah satu ujung tombak pemasaran destinasi.

Pemerintah Kota Sabang bersama pelaku industri pariwisata memanfaatkan berbagai platform digital seperti Instagram, Facebook, YouTube, dan TikTok untuk menjangkau calon wisatawan. Sebagian besar wisatawan kini menentukan tujuan perjalanan berdasarkan informasi dan rekomendasi yang mereka temukan di media sosial.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Sabang Murdiana mengatakan, peningkatan jumlah wisatawan terlihat terutama pada periode libur akhir pekan, cuti bersama hari besar keagamaan, serta musim liburan sekolah. Menurut dia, wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Aceh, tetapi juga dari sejumlah provinsi di Sumatera dan Pulau Jawa.

“Sementara wisatawan mancanegara masih didominasi pelancong asal Malaysia serta wisatawan kapal pesiar yang singgah di Sabang,” jelasnya kepada Waspadaaceh.com, Rabu (10/6/2026).

Murdiana menilai pendekatan digital memberikan dampak yang cukup besar terhadap peningkatan minat wisatawan. Respons yang diterima melalui berbagai platform media sosial menunjukkan tingginya ketertarikan masyarakat untuk berkunjung ke Sabang.

Keberagaman destinasi membuat Sabang tidak hanya menjual satu jenis wisata, melainkan menawarkan pengalaman yang lengkap bagi berbagai segmen wisatawan. Keunggulan alam yang relatif masih terjaga menjadi modal utama yang tidak dimiliki semua daerah.

Reporter: Yasir
Sumber: waspadaaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top