LHOKSEUMAWE — Antusiasme warga Lhokseumawe menyambut Piala Dunia 2026 mendapat perhatian serius dari jajaran Polres setempat. Kapolres menekankan bahwa perbedaan dukungan terhadap tim nasional jangan sampai memicu perselisihan antarwarga atau tindakan anarkis yang mengganggu stabilitas daerah.
AKBP Dr. Ahzan secara khusus memperingatkan masyarakat untuk menjauhi segala bentuk perjudian, termasuk judi bola online yang kerap marak saat turnamen besar. Menurutnya, praktik ini tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga berdampak buruk pada lingkungan keluarga dan sosial.
Warga yang berencana menggelar nonton bareng (nobar) diminta menjaga ketertiban dan tidak melakukan konvoi kendaraan secara berlebihan. "Jangan sampai konvoi mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban umum," ujar Kapolres dalam pernyataan Kamis (11/6/2026).
Di era digital, Kapolres mengingatkan agar warga tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Penyebaran hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian dinilai sangat berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang tengah menikmati pertandingan.
"Mari kita jadikan Piala Dunia 2026 sebagai ajang hiburan, kebersamaan, dan pemersatu. Bersama-sama kita jaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah," pesan Kapolres.
Polres Lhokseumawe menyediakan kanal pengaduan bagi warga yang menemukan potensi gangguan keamanan. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 atau menggunakan aplikasi Rijang yang beroperasi 24 jam tanpa biaya pulsa.
Kapolres juga mengimbau warga untuk menjauhi narkoba, obat-obatan terlarang, serta menghindari perkelahian dan tindakan anarkis yang dapat merugikan banyak pihak. Dengan partisipasi aktif seluruh elemen, diharapkan perhelatan Piala Dunia 2026 dapat dinikmati dalam suasana aman, tertib, dan harmonis di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.