SINABANG — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Simeulue kembali bergulir setelah enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat vakum beroperasi lagi. Enam SPPG tersebut tersebar di beberapa kecamatan dan mulai melayani kebutuhan gizi anak sekolah secara bertahap.
Koordinator BGN Wilayah Simeulue Elysa Wulandari mengonfirmasi bahwa dana operasional untuk enam unit SPPG telah ditransfer oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat. "Alhamdulillah, dana operasionalnya sudah masuk, jadi enam SPPG tersebut kembali beroperasi," ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Dari enam SPPG, satu unit sudah beroperasi sejak Kamis (11/6/2026), sementara lima unit lainnya menyusul pada Sabtu (13/6/2026).
Keenam SPPG yang kembali melayani MBG meliputi SPPG Simeulue Timur Lugu, SPPG Simeulue Timur Ameria Bahagia, SPPG Simeulue Timur Suka Jaya, SPPG Simeulue Cut Latak Aya, SPPG Teupah Selatan Labuhan Bakti, dan SPPG Simeulue Barat Layabaung.
Keberadaan SPPG ini menjadi penting karena menyasar pemenuhan gizi anak sekolah di wilayah kepulauan yang selama ini kerap menghadapi kendala distribusi dan pendanaan.
Sebelumnya, enam SPPG tersebut berhenti beroperasi karena kendala dana operasional yang tidak kunjung turun. Kondisi ini sempat dikhawatirkan mengganggu asupan gizi harian anak-anak di Simeulue, terutama di daerah terpencil.
Dengan cairnya dana dari pusat, layanan MBG kini kembali normal. Elysa berharap tidak ada lagi kendala serupa ke depannya agar program berjalan lancar dan berkelanjutan.
Kembali beroperasinya SPPG ini langsung dirasakan oleh para siswa di enam titik kecamatan. Mereka kembali menerima makanan bergizi gratis yang disiapkan oleh masing-masing SPPG setiap hari sekolah.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat menekan angka stunting dan malnutrisi di daerah, termasuk di wilayah barat Indonesia seperti Simeulue yang memiliki karakteristik geografis menantang.