ACEH — Frank Van Meel, CEO BMW M, secara gamblang menyatakan bahwa M3 anyar tidak akan mengikuti jejak M5 yang menggunakan plug-in hybrid. Dalam wawancara dengan Piston Heads, ia menegaskan timnya fokus pada “perfect combustion principle” untuk versi bermesin bensin.
Menurut Van Meel, teknologi hybrid justru menjadi “jalan tengah” yang tidak sesuai dengan filosofi M3. “Here (with the Neue Klasse M3) we will go to the extremes, not the in-between,” ujarnya, seperti dikutip dari The Drive.
Keputusan ini juga didukung oleh kehadiran mesin S58 terbaru yang telah direkayasa ulang secara ekstrem. Mesin enam silinder 3.0 liter turbo ini dibekali sistem pengapian pre-chamber bernama M Ignite, plus dua busi per silinder, kompresi lebih tinggi, dan turbo dengan geometri variabel.
BMW mengklaim mesin S58 yang disempurnakan ini mampu memenuhi standar emisi Euro 7 tanpa mengorbankan performa. “It lowers fuel consumption without any loss of power,” sebut pernyataan resmi BMW. Artinya, tenaga maksimal bisa tetap berada di kisaran 473 hp hingga 523 hp, tergantung varian.
Mesin ini akan mulai digunakan pada M3 dan M4 generasi saat ini sebelum akhirnya dibawa ke generasi berikutnya. Dengan kata lain, mesin pembakaran internal masih punya masa depan panjang di jajaran M???.
BMW tidak hanya menyiapkan satu varian. Selain versi bensin murni, ada juga M3 listrik bertenaga empat motor (quad-motor) yang dikembangkan dari platform Neue Klasse. Van Meel menyebut versi EV ini dirancang dari awal dengan target dinamika berkendara sebagai prioritas utama, bukan sekadar akselerasi lurus.
“With the electric M3, we move to the next level of vehicle dynamics. The technology provided to us by Neue Klasse means we can have the range, power, and torque split to create something quite extreme,” jelasnya. Hasilnya, kata dia, EV ini tidak hanya lebih cepat di lintasan lurus, tetapi juga lebih kencang di sirkuit.
Dengan pendekatan dua jalur ekstrem ini, BMW M memberi kebebasan penuh kepada konsumen. Mereka yang menginginkan sensasi mesin bensin murni bisa memilih M3 bermesin S58. Sementara yang ingin merasakan performa listrik tanpa batasan hybrid bisa memilih versi quad-motor.
Keduanya, menurut Van Meel, dikembangkan tanpa kompromi. “We actually started development with the vehicle dynamics as our main target,” tegasnya. Dengan desain yang sudah terlihat dari konsep Neue Klasse M, pilihan mana pun rasanya tidak akan mengecewakan.