ACEH — BMKG mencatat pusat gempa berada di laut, 54 kilometer barat laut Poso, dengan kedalaman dangkal 5 kilometer. Gempa terjadi tepat pukul 01.29 WITA atau 00.29 WIB.
Episenter gempa terletak pada koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,33 Bujur Timur. Kedalaman hiposenter hanya 5 kilometer, mengindikasikan gempa ini termasuk jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake). Getarannya terasa cukup kuat di permukaan.
“Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG melalui kanal media sosial resminya, Rabu (17/6/2026). Pernyataan itu meredakan kekhawatiran warga pesisir yang kerap waspada terhadap gelombang susulan pascagempa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan. Tim tanggap darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Poso masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal BMKG atau institusi terkait.
Poso dan sekitarnya merupakan kawasan rawan gempa karena berada di jalur sesar aktif kompleks di Sulawesi Tengah. Aktivitas tektonik di daerah ini kerap memicu gempa dangkal dengan magnitudo kecil hingga menengah.
BMKG sebelumnya mencatat beberapa kali gempa serupa di zona ini, termasuk gempa M 4,9 pada awal tahun yang mengguncang wilayah yang sama. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang magnitudonya lebih kecil.