JAKARTA — Pasar keuangan Indonesia memulai pekan ini dengan momentum positif. Rupiah berhasil melanjutkan penguatan di hadapan dolar AS, sementara IHSG langsung melesat sejak bel pembukaan dibunyikan.
Berdasarkan data yang dihimpun, rupiah terapresiasi 100 poin dari level penutupan sebelumnya. Posisi Rp 17.760 per dolar AS ini menjadikan mata uang Garuda sebagai salah satu yang terkuat di kawasan Asia pagi ini.
Penguatan rupiah tidak sendirian. Mayoritas mata uang Asia juga menunjukkan performa serupa terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,06 persen, peso Filipina menguat 0,15 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,23 persen. Dolar Singapura menguat 0,19 persen, yen Jepang naik 0,02 persen, serta won Korea Selatan menguat 0,28 persen.
Satu-satunya yang bergerak stabil adalah dolar Hong Kong. Sementara itu, mata uang negara maju juga mayoritas menghijau, dengan euro Eropa naik 0,28 persen dan poundsterling Inggris menguat 0,23 persen.
Di lantai bursa, IHSG dibuka di level 6.118 dan langsung bergerak menguat. Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.194, dengan level terendah tercatat di 6.118. Lonjakan 3 persen ini menjadi sinyal positif bagi investor di awal pekan.
Data RTI Business pukul 09.05 WIB mencatat, sebanyak 519 saham berhasil menguat, sementara 84 saham melemah dan 104 saham stagnan. Volume transaksi mencapai 3,53 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,20 triliun dari 208.548 kali transaksi.
Kinerja positif di pasar keuangan ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar yang sebelumnya menanti arah kebijakan moneter global. Penguatan rupiah dan IHSG secara bersamaan menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi domestik masih terjaga.