12 Jemaah Haji Asal Aceh Meninggal di Tanah Suci, Dua Kloter Terakhir Wafat karena Sakit

Penulis: Ragil  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 19:42:01 WIB
Dua jemaah haji asal Aceh meninggal dunia di Tanah Suci pada Rabu (17/6) karena sakit.

BANDA ACEH — Dua jemaah haji asal Aceh wafat di Tanah Suci pada Rabu (17/6), menambah daftar korban menjadi 12 orang sejak awal pemberangkatan. Keduanya adalah Busra Bustamam Jamil dari Kloter 9 asal Aceh Selatan yang wafat di Makkah, dan Dedeng Trisulo dari Kloter 11 asal Lhokseumawe yang wafat di Madinah.

Ketua PPIH Embarkasi Aceh Arijal mengonfirmasi bahwa penyebab kematian kedua jemaah adalah masalah kesehatan, namun tidak merinci penyakit spesifik yang diderita. "Dua lagi haji Aceh meninggal dunia, satu di Makkah dan satu di Madinah. Total yang wafat di Tanah Suci hingga hari ini sudah 12 orang," ujarnya di Banda Aceh, Kamis (18/6).

Pemakaman di Dua Lokasi Berbeda

Jemaah yang wafat di Makkah dimakamkan di dua tempat: Pemakaman Syariah dan Saraya Suhada Al Haram. Sementara itu, Dedeng Trisulo yang meninggal di Madinah dikebumikan di Pemakaman Baqi. Prosesi pemakaman dilakukan oleh petugas haji setempat.

Arijal menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para almarhum. "Semoga diampunkan segala dosanya dan ditempatkan di surga Allah SWT, serta memperoleh haji mabrur. Kepada pihak keluarga semoga diberikan kekuatan dan keikhlasan atas kepergian almarhum dan almarhumah," katanya.

10 Jemaah Masih Dirawat di RS Arab Saudi

PPIH Embarkasi Aceh mencatat masih ada sepuluh jemaah asal Aceh yang menjalani perawatan di rumah sakit, tersebar di Makkah dan Madinah. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi terkini mereka atau kemungkinan pemulangan ke Tanah Air.

Berikut rincian sepuluh jemaah yang wafat sebelumnya:

  • Razali Mahmud Ben (Kloter 4) – Kota Langsa
  • Muhammad Yusuf bin Nafi (Kloter 8) – Kabupaten Bireuen
  • Nurdin Ali, 69 tahun (Kloter 10) – Kabupaten Pidie
  • Mahdi Muhammad Sufi, 60 tahun (Kloter 2) – Kabupaten Aceh Besar
  • Ibrahim Bin Abdul Kadir Nuh, 74 tahun (Kloter 10) – Kabupaten Pidie
  • Sulasry Abdul Gani, 74 tahun (Kloter 5) – Kabupaten Bireuen
  • Aminah Ahmad, 76 tahun (Kloter 13) – Kabupaten Pidie Jaya
  • Siti Salmijah, 83 tahun (Kloter 13) – Kabupaten Pidie Jaya
  • Maimunah Yusuf Ali, 72 tahun (Kloter 13) – Kabupaten Aceh Tamiang
  • Nurwaida Muhammad Yusuf, 76 tahun (Kloter 8) – Kabupaten Bireuen

Data terbaru menunjukkan jemaah paling tua yang wafat berusia 83 tahun, yakni Siti Salmijah dari Pidie Jaya. Sebagian besar berasal dari kloter 13 yang merupakan jemaah asal Pidie Jaya dan Aceh Tamiang.

Reporter: Ragil
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top