BANDA ACEH — Pramuka MAN 2 Banda Aceh tak sekadar ikut berbaris dalam pawai. Mereka menjadi bagian dari tim pengatur lalu lintas peserta, koordinator lapangan, hingga petugas informasi sejak persiapan pada Senin (15/6) hingga acara usai keesokan harinya.
Keterlibatan ini merupakan bentuk pengabdian nyata sekaligus implementasi nilai kepramukaan: disiplin, kerja sama, dan kepedulian sosial dalam kegiatan keagamaan di ibu kota Aceh.
Pawai dilepas secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Aceh, A. Murthala, yang mewakili Gubernur Aceh. Dalam sambutan yang dibacakannya, bulan Muharram dimaknai sebagai momentum meneladani hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah—simbol perubahan menuju keadaan yang lebih baik.
Tema tahun ini, “Semarak Muharram, Menguatkan Ukhuwah, Menebar Syiar Islam”, mengajak warga memperkuat persaudaraan dan gotong royong. Sepanjang rute, peserta menampilkan busana muslim, atribut Islami, dan lantunan shalawat.
Ketua Panitia PHBI Masjid Raya Baiturrahman, Abi Balya, menyampaikan apresiasi khusus kepada para relawan Pramuka. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menanamkan nilai keislaman pada generasi muda secara edukatif dan penuh kegembiraan.
Pantauan di lokasi, Bunda PAUD Aceh Marlina Muzakir dan Wakil Bunda PAUD Aceh Mukarramah Fadhlullah turut menyaksikan langsung antusiasme para peserta.
Panitia mengumumkan pemenang di akhir acara. Untuk TK/PAUD, Juara I diraih TK Permata Hati, disusul TK Bhayangkari dan TK Kartika XIV-11. Kategori SD/MI dimenangkan MIN 1 Kota Banda Aceh, diikuti SDN 2 Banda Aceh dan MIN 8 Kota Banda Aceh.
Pada jenjang SMP/MTs, MTsN 1 Banda Aceh keluar sebagai Juara I, dengan SMPN 7 dan SMPN 19 Banda Aceh di posisi berikutnya. Untuk SMA/MA/SMK, MA Darul Ulum berhasil merebut Juara I, disusul SMAN 1 Banda Aceh dan MAN 3 Banda Aceh.
Bagi Pramuka MAN 2 Banda Aceh, tugas sebagai relawan pawai ini bukan sekadar partisipasi seremonial. Mereka menunjukkan bahwa gerakan Pramuka bisa menjadi garda terdepan dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Kota Banda Aceh.
Kehadiran mereka diharapkan terus memberikan manfaat bagi warga dan memperkuat citra Pramuka sebagai organisasi yang siap mengabdi kapan pun dibutuhkan.