PIDIE JAYA — Harga biji kakao kering di tingkat petani Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) saat ini berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram. Angka tersebut dinilai masih cukup baik bagi petani meski mulai terkoreksi dari periode puncak pada 2024 hingga awal 2025.
Pemilik usaha cokelat lokal Socolatte Pijay, Irwan Ibrahim, mengatakan harga tersebut masih relatif stabil dan menguntungkan. “Harga kakao sekarang sekitar Rp70 ribu per kilogram,” kata Irwan kepada Nukilan, Jumat (19/6/2026).
Irwan menjelaskan, pasokan kakao dari petani di Pijay belum terlalu banyak karena sebagian besar kebun belum memasuki musim panen raya. Kondisi ini membuat harga di tingkat petani masih mampu bertahan di tengah koreksi harga komoditas kakao global sepanjang 2026.
Berdasarkan data perdagangan dunia, harga kakao global memang mengalami koreksi setelah sempat mencetak rekor pada akhir 2024. Namun, harga referensi biji kakao yang ditetapkan pemerintah untuk Juni 2026 masih menunjukkan tren menguat dibanding bulan sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan harga kakao di sejumlah sentra produksi nasional yang berada pada kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, harga di Pijay tergolong masih tinggi. Hal ini menjadi angin segar bagi petani di daerah tersebut.
Irwan berharap petani terus menjaga kualitas pascapanen agar kakao asal Pijay memiliki daya saing lebih tinggi. Kakao berkualitas baik dinilai lebih mudah diserap industri pengolahan dengan harga yang lebih menguntungkan.
Irwan menambahkan, petani kakao di Pijay umumnya memasuki musim panen raya pada periode Oktober hingga Januari. Pada masa tersebut produksi meningkat signifikan dan pasokan kakao ke pasar menjadi lebih banyak.
Kajian pengembangan kakao di Aceh mencatat bahwa periode Oktober hingga Januari merupakan musim panen raya kakao yang berlangsung sekitar empat bulan berturut-turut. Petani pun kini tengah menanti masa tersebut untuk mendapatkan hasil maksimal dari kebun mereka.