SABANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh memperingatkan potensi cuaca buruk yang meluas di wilayah provinsi tersebut pada Sabtu (20/6/2026) malam. Fenomena ini dipicu oleh adanya daerah belokan angin dan konvergensi yang diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat dan Timur Sumatera.
Prakirawan BMKG, Nabila, menyebutkan, sejumlah wilayah diprediksi mengalami hujan lebat dan angin kencang sejak siang hingga pukul 20.51 WIB. Daerah-daerah tersebut meliputi Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Barat, dan Aceh Tengah.
"Wilayah Aceh Besar, Pidie, Aceh Singkil, Gayo Lues, Aceh Jaya, Nagan Raya, Bener Meriah, dan Subulussalam diprediksi mengalami hujan dan angin kencang," kata Nabila dalam keterangan resminya.
BMKG juga menyebut kondisi ini berpotensi meluas ke Aceh Utara, Bireuen, dan Aceh Barat Daya. Artinya, hampir separuh wilayah Aceh berada dalam status siaga cuaca ekstrem pada malam hari ini.
Menurut Nabila, cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang cukup kompleks. Adanya daerah belokan angin dan konvergensi—pertemuan massa udara—menjadi pemicu utama terbentuknya awan hujan yang masif.
Selain itu, hangatnya suhu muka laut di Perairan Barat dan Timur Sumatera meningkatkan potensi penguapan. "Penambahan massa uap air ini dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh," tambah Nabila.
BMKG menghimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan. Khususnya bagi warga yang tinggal di daerah pesisir, perbukitan, dan lereng-lereng curam.
"Terlebih bagi masyarakat pesisir dengan kondisi hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi untuk mewaspadai terjadinya banjir dan longsor serta bencana hidrometeorologi lainnya," tegas Nabila dalam imbauannya.
Warga diminta untuk memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika tanda-tanda bencana mulai terlihat di lingkungan sekitar.