ACEH — Nothing resmi menghentikan produksi lini CMF Phone untuk tahun ini. Co-Founder Nothing, Akis Evangelidis, melalui akun X (sebelumnya Twitter) menyatakan bahwa timnya telah mengerjakan penerus CMF Phone, tetapi harus membatalkannya karena tekanan biaya material.
"Kami sedang mengerjakan penerusnya, tapi dengan harga memori saat ini, kami tidak bisa membuat HP yang terasa seperti lompatan nyata dengan harga yang masuk akal untuk CMF," tulis Evangelidis.
Akibatnya, tidak akan ada model CMF Phone baru yang meluncur sepanjang tahun ini. CMF Phone 2 Pro, model terakhir yang dirilis, sudah lama tidak tersedia di pasaran karena biaya produksi yang membengkak.
Fenomena yang disebut "RAMageddon" ini bukan sekadar alasan pemasaran. CEO Nothing, Carl Pei, mengungkapkan bahwa RAM kini menjadi komponen termahal dalam perakitan smartphone. Dalam pernyataannya, Pei menyebut bahwa biaya RAM bisa melampaui prosesor, layar, dan menyumbang lebih dari 50 persen dari total biaya hardware.
Kondisi ini paling parah menghantam HP budget. Produsen tidak punya banyak ruang untuk menaikkan harga tanpa kehilangan daya tarik di segmen harga terjangkau.
Evangelidis menambahkan, jika Nothing tetap memproduksi HP dengan spesifikasi identik CMF Phone 2 Pro di pasar saat ini, biayanya akan melonjak sekitar 50 persen lebih mahal.
Kenaikan harga RAM bukan masalah jangka pendek. Industri komponen semikonduktor global masih menghadapi tekanan pasokan dan permintaan yang tidak seimbang. Selama harga memori tetap tinggi, kecil kemungkinan CMF Phone akan kembali dalam waktu dekat.
Nothing sendiri masih aktif di lini produk lain. Perusahaan baru saja memperluas distribusi Nothing Phone dan produk audio ke gerai Best Buy di Amerika Serikat. Selain itu, Nothing Ear (3a) dikabarkan sedang dalam pengembangan dengan varian warna baru dan harga yang lebih rendah. Nothing Ear (open) juga baru mendapat opsi warna soft blue.
Bagi pengguna yang menunggu HP budget terbaru dari Nothing, tahun ini tampaknya harus bersabar. Fokus perusahaan saat ini adalah menjaga agar lini utama Nothing Phone tetap kompetitif di tengah tekanan biaya komponen yang belum mereda.