ACEH — Markwayne Mullin mengungkapkan tuduhan itu dalam wawancara dengan Fox News pada Senin (22/6/2026) waktu setempat. Ia menyebut, dari rombongan sekitar 120 orang yang biasa menyertai tim, Amerika Serikat hanya menerbitkan visa untuk 53 orang. Sisanya, menurut Mullin, memiliki kaitan langsung dengan IRGC.
“Ketika kami mulai melakukan penelitian tentang dia, dia baru ditempatkan sejak 2022, dan kami tidak mengizinkannya naik pesawat,” ujar Mullin merujuk pada individu yang ditolak masuk. Ia tidak menyebut nama pria tersebut, namun memastikan bahwa orang itu memiliki hubungan langsung dengan IRGC.
FFIRI langsung merespons dengan pernyataan keras. “Klaim bahwa seorang perwakilan resmi FFIRI mencoba naik pesawat untuk memasuki Amerika Serikat kemarin dan dicegah untuk melakukannya ialah kebohongan terang-terangan dan tak terbantahkan,” demikian bunyi pernyataan resmi federasi sepak bola Iran.
Dalam pernyataan yang sama, FFIRI menuding pejabat AS menggunakan informasi palsu untuk membenarkan pembatasan visa yang diskriminatif. “Sangat disayangkan bahwa seorang pejabat senior AS telah menggunakan pernyataan palsu dan informasi yang salah untuk membenarkan pembatasan yang dikenakan pada anggota delegasi Timnas Iran,” lanjut pernyataan itu.
Kasus ini bukan insiden pertama. Sejak kedatangan di Amerika Serikat, setidaknya 11 anggota delegasi Iran ditolak visanya. Para pemain dan staf pelatih juga mengeluhkan perjalanan bolak-balik ke Meksiko yang melelahkan, alih-alih diizinkan langsung menuju Tucson, Arizona.
Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, melontarkan protes keras setelah laga perdana melawan Selandia Baru. “Kami seharusnya tiba dua malam sebelum pertandingan dan kami tidak diizinkan. Tim kami adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia,” katanya.
Pemain sayap Alireza Jahanbakhsh memilih fokus pada pertandingan setelah hasil imbang 0-0 melawan Belgia. “Kami tidak meminta banyak. Kami hanya meminta prosedur yang sama seperti untuk 47 tim lainnya,” ujarnya. Timnas Iran dijadwalkan bertolak ke Seattle untuk menghadapi Mesir.
Ketegangan ini terjadi di tengah kabar positif dari jalur diplomatik. Wakil Presiden AS, JD Vance, sebelumnya menyebut adanya peluang untuk memulai lembaran baru seiring dimulainya pembicaraan di Swiss tentang kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang. FFIRI menyatakan akan mengajukan keluhan resmi ke FIFA atas perlakuan yang mereka terima selama Piala Dunia 2026.