Ketua TP PKK Banda Aceh Desy Maulidha Buka Harganas 2026 dengan Tekankan Kewajiban Ayah Hadir dalam Pengasuhan Anak

Penulis: Saiful  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 21:37:31 WIB
Ketua TP PKK Banda Aceh Desy Maulidha membuka Harganas 2026 dengan tema "Ayah Wajib Hadir" di Aula UPTD Puskesmas Kopelma Darussalam.

BANDA ACEH — Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 yang digelar di Aula UPTD Puskesmas Kopelma Darussalam bukan sekadar seremoni. Tema "Ayah Wajib Hadir" yang diusung menjadi seruan keras bagi para kepala keluarga di ibu kota Provinsi Aceh untuk turun tangan langsung dalam pengasuhan anak.

Fenomena Fatherless Jadi Perhatian Serius

Desy Maulidha dalam sambutannya menyoroti fenomena fatherless—ketidakhadiran ayah secara psikologis dalam kehidupan anak—yang dinilai dapat mengganggu perkembangan sosial dan karakter generasi muda. Menurutnya, kehadiran ayah bukan hanya soal mencari nafkah.

"Meluangkan waktu untuk anak, mengajarkan sopan santun, etika, dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Istri juga perlu mengajak ayah untuk aktif menjadi pendamping dalam pengasuhan," ujar Desy di hadapan peserta yang hadir.

Revitalisasi Posyandu dan Standar Pelayanan Minimal

Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh, Tiara Sutari, menambahkan bahwa momentum Harganas digunakan untuk menggencarkan revitalisasi Posyandu. Saat ini, Posyandu tengah diarahkan pada implementasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) serta penguatan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter," kata Tiara.

Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Perempuan

Acara tidak hanya berisi diskusi soal pengasuhan. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Cut Sheira Elnita, turut memberikan edukasi mengenai gangguan serviks dan pentingnya deteksi dini bagi kesehatan perempuan. Sesi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang kemudian melanjutkan dengan tanya jawab.

Peringatan Harganas yang jatuh setiap 29 Juni ini juga menjadi pengingat akan target nasional: Indonesia bebas stunting pada 2026. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Safrina Salim, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Wahyudi, serta unsur Forkopimcam turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Keluarga Tangguh di Era Digital dan AI

Desy menekankan bahwa ketahanan keluarga semakin krusial di tengah derasnya arus era digital dan kecerdasan buatan (AI). Orang tua, khususnya ayah, dituntut mampu mendampingi anak menghadapi tantangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai dasar keluarga.

Pemerintah Kota Banda Aceh melalui rangkaian kegiatan Harganas berharap lahir keluarga-keluarga tangguh yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara mental dan sosial. Sepanjang Juni 2026, berbagai lembaga perlindungan anak dan pakar psikologi terus mengampanyekan pentingnya father involvement sebagai fondasi keluarga harmonis dan berkualitas.

Reporter: Saiful
Sumber: acehnow.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top