ACEH — Apple kembali mematikan toko online resminya di AS dan Kanada, Senin (22/6) waktu setempat. Halaman utama hanya menampilkan pesan "We'll be right back" tanpa penjelasan lebih lanjut. Dalam sejarahnya, langkah ini selalu menjadi pertanda akan adanya perubahan besar — entah itu peluncuran produk baru, perubahan harga, atau dimulainya kampanye promosi musiman.
Sinyal paling kuat datang langsung dari pucuk pimpinan Apple. CEO Tim Cook dalam wawancara dengan The Wall Street Journal pekan lalu menyatakan kenaikan harga perangkat adalah hal yang "tak terhindarkan." Penyebabnya adalah lonjakan biaya komponen memori dan penyimpanan yang tidak bisa lagi diserap oleh perusahaan.
"Kami tidak lagi mampu menyerap kenaikan ini dan harus membebankan sebagian biaya kepada konsumen," ujar Cook. Pernyataan ini langsung ditangkap oleh analis Bloomberg, Mark Gurman, yang menyebut kenaikan harga sudah "imminent" alias akan terjadi dalam waktu dekat. Gurman bahkan menduga Apple akan menggabungkan kenaikan harga dengan program Back to School sebagai semacam "penyangga" agar dampaknya tidak terlalu terasa.
Faktor kedua yang memicu down time toko online ini adalah program promosi Back to School tahunan Apple. Biasanya, program ini dimulai 8 hingga 10 hari setelah gelaran WWDC. Dengan WWDC 2026 yang digelar pada 8 Juni, seharusnya promosi sudah berlangsung mulai pekan ketiga Juni — tapi hingga saat ini belum juga dimulai.
Tahun lalu, Apple menawarkan AirPods 4 dengan Active Noise Cancellation gratis (senilai $179 atau sekitar Rp 2,9 juta) untuk setiap pembelian Mac dan iPad yang memenuhi syarat. Promosi serupa biasanya berlangsung dari Juni hingga September di kawasan Amerika Utara dan Eropa.
Meski program Back to School dan perubahan harga yang diumumkan saat ini hanya berlaku untuk pasar AS dan Kanada, dampaknya tetap terasa secara global. Kenaikan harga komponen yang disampaikan Cook bersifat struktural, bukan regional. Artinya, ketika Apple menaikkan harga di satu negara, bukan tidak mungkin kebijakan serupa akan merambat ke pasar lain, termasuk Indonesia.
Belum ada konfirmasi resmi apakah Apple akan menaikkan harga produk seperti iPhone, MacBook, atau iPad di Tanah Air dalam waktu dekat. Namun, pengguna yang berencana membeli perangkat Apple dalam waktu dekat disarankan memantau harga di iBox, Digimap, atau Urban Republic.
Apple biasanya hanya membutuhkan beberapa jam hingga sehari penuh untuk menyelesaikan perubahan di back-end toko online mereka. Jadi, pengguna bisa mengecek kembali situs Apple pada Selasa (23/6) pagi waktu setempat untuk melihat perubahan yang telah dilakukan.
Yang jelas, satu hal sudah pasti: toko online Apple tidak akan mati tanpa alasan. Entah itu harga baru, promo baru, atau keduanya sekaligus — pengguna harus bersiap.