BANDA ACEH — Suasana pengajian di Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, berubah menjadi forum dialog antara wakil rakyat dan konstituennya. Hj. Efiaty, yang juga politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) III—mencakup Syiah Kuala dan Ulee Kareng—menghadiri langsung reses Masa Persidangan III Tahun 2026 sambil mendengarkan keluhan warga.
Salah satu aspirasi yang paling mendesak datang dari warga Alue Naga. Mereka meminta penambahan lampu penerangan jalan di sejumlah titik. Menurut warga, penerangan yang memadai tidak hanya memperindah estetika kota, tetapi juga menjadi langkah preventif terhadap potensi tindak kriminalitas, seperti aksi begal yang belakangan meresahkan.
Selain itu, warga juga menyoroti pembangunan drainase di kawasan Jeulingke yang dinilai perlu segera dibenahi. Masalah ini kerap memicu genangan saat hujan deras dan mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Aspirasi ketiga yang disampaikan adalah penguatan implementasi syariat Islam di lingkungan setempat.
Pertemuan tersebut juga diwarnai momen emosional. Seorang perwakilan warga menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada Hj. Efiaty dan Anggota DPRA, H. Heri Julius, S.Sos., M.M., yang turut hadir. Bantuan becak mesin yang diberikan beberapa waktu lalu dinilai sangat membantu menopang ekonomi keluarga penerima manfaat.
“Saya sangat menghargai keaktifan masyarakat di sini. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga momentum penting bagi kami untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan kendala warga di lapangan,” ujar Hj. Efiaty dalam sambutannya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Hj. Efiaty dan H. Heri Julius berkomitmen untuk menindaklanjuti aspirasi warga ke tingkat kebijakan. Keduanya akan membawa permasalahan ini sesuai dengan wewenang masing-masing di DPRK Kota Banda Aceh dan DPRA.
Hj. Efiaty menegaskan bahwa sinergi antara wakil rakyat dan warga adalah kunci utama dalam membangun daerah yang lebih baik. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini diakhiri dengan harapan agar kolaborasi antara tokoh masyarakat dan pemerintah terus terjaga demi kemajuan Kota Banda Aceh yang lebih aman dan religius.