Pemprov Aceh Minta Gas Blok Andaman Diolah di KEK Arun, Tolak Pengolahan Lepas Pantai Demi Serap Tenaga Kerja Lokal

Penulis: Saiful  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 13:24:11 WIB
Pemerintah Aceh usulkan pengolahan gas Blok Andaman di KEK Arun untuk serap tenaga kerja lokal.

LHOKSEUMAWE — Pemerintah Aceh mengusulkan agar gas alam dari Blok Andaman diproses melalui fasilitas darat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Usulan ini sekaligus menolak skema pengolahan lepas pantai menggunakan Floating Production, Storage and Offloading (FPSO).

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Gubernur Muzakir Manaf menginginkan Blok Andaman menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. "Gubernur Mualem ingin Blok Andaman menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Aceh," ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Gas Tangkulo Jadi Bahan Baku Industri Hilir

Mubadala Energy yang berbasis di Uni Emirat Arab saat ini menargetkan produksi awal sekitar 300 juta kaki kubik standar gas per hari (MMSCFD) dari Lapangan Gas Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman. Selain gas, estimasi produksi mencapai 7.500 barel kondensat per hari.

Nurlis menjelaskan potensi besar itu bisa menjadi bahan baku pabrik metanol untuk mendukung program pencampuran biodiesel nasional. Kondensat dari gas bumi juga dapat diolah menjadi nafta, minyak tanah, solar, dan bensin. "Ketersediaan kondensat membuka peluang pembangunan kilang. Dampak ekonominya akan sangat besar ketika industri hilir ini berkembang," jelasnya.

Revitalisasi KEK Arun Masuk Proyek Strategis Nasional

Pemerintah Aceh mengusulkan agar gas diproses melalui Onshore Receiving Facility (ORF) di KEK Arun. Menurut Nurlis, langkah itu sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menetapkan revitalisasi KEK Arun sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional.

Pemerintah Aceh juga mengusulkan penundaan sementara persetujuan Plan of Development (PoD) proyek tersebut. Penundaan ini bertujuan memberi waktu bagi pemerintah pusat dan daerah menyelesaikan pembahasan alokasi gas untuk industri lokal.

Mubadala Diminta Libatkan Tenaga Kerja Aceh

Selain soal pengolahan, Pemerintah Aceh meminta Mubadala Energy bekerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia. Tujuannya agar tenaga kerja asal Aceh siap mengisi kebutuhan industri minyak dan gas yang akan beroperasi.

Perairan utara Aceh diketahui memiliki enam wilayah kerja minyak dan gas, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman. Pengembangan Blok Andaman diyakini bakal menjadi salah satu proyek migas terbesar di kawasan barat Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Reporter: Saiful
Sumber: pintoe.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top