ACEH TIMUR — Ribuan bibit pohon ditanam di lahan-lahan yang rusak akibat banjir di Aceh Timur. Medco E&P Malaka, BPMA, dan IM-TRAX memulai aksi ini di Gampong Sah Raja, Sijudo, Blang Seunong, dan Suka Damai.
Pemilihan empat desa itu bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut termasuk yang paling parah terdampak banjir besar yang merendam Aceh Timur pada akhir 2025. Vegetasi di sejumlah titik rusak, menyisakan tanah gundul yang rawan erosi.
Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, menegaskan bahwa pemulihan lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. “Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya, Selasa (7/7/2026). Ia berharap kolaborasi ini bisa menumbuhkan kesadaran menjaga alam untuk generasi mendatang.
Sebagian bibit pohon yang ditanam berasal dari donasi sukarela para pekerja Medco E&P. Kontribusi ini, menurut Leony, mencerminkan kepedulian internal perusahaan terhadap lingkungan sekitar wilayah operasi.
Penanaman dilakukan secara gotong royong. Warga, aparatur desa, pemuda, dan anggota IM-TRAX turun langsung ke lapangan. Ketua IM-TRAX, Irvandi, mengapresiasi sinergi yang terbangun. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menunjukkan perusahaan, komunitas, dan pemerintah bisa saling mendukung menghadirkan manfaat berkelanjutan.
Geuchik Gampong Sah Raja, Sulaiman, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan. “Bantuan ini sangat berarti bagi desa kami sebagai bagian dari upaya penghijauan setelah banjir,” tuturnya. Ia berharap pohon-pohon yang ditanam tumbuh baik dan memberi manfaat bagi lingkungan serta generasi mendatang.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Medco E&P dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi dengan BPMA, pemerintah desa, dan komunitas lokal diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi kualitas lingkungan di Aceh Timur.