ACEH — Laga semifinal Piala Dunia antara Inggris dan Argentina akan digelar pada Rabu (16/7) malam waktu setempat. Pemenang laga ini berhak melaju ke partai puncak yang akan berlangsung di New Jersey, Minggu (19/7), melawan Spanyol yang sudah lebih dulu mengamankan tempat. Bagi Inggris, laga ini menjadi kesempatan langka untuk menembus final Piala Dunia untuk kedua kalinya sejak 1966.
Tiga Final dalam 59 Tahun: 1966, 2021, 2024
Sepanjang sejarah, timnas Inggris putra baru tiga kali menembus final turnamen besar. Satu-satunya gelar diraih pada Piala Dunia 1966 di Wembley lama, ketika Geoff Hurst mencetak hattrick untuk mengalahkan Jerman Barat 4-2 di babak perpanjangan waktu. Dua final lainnya justru berakhir dengan kekalahan pahit di ajang Euro.
Pada Euro 2020 yang digelar 2021, Inggris takluk dari Italia di Wembley lewat adu penalti setelah Luke Shaw membawa tim unggul di menit kedua. Tiga tahun kemudian, di Euro 2024 di Berlin, Cole Palmer mencetak gol penyama kedudukan tak lama setelah masuk sebagai pemain pengganti, namun Inggris kembali kalah di partai final. Dua kekalahan beruntun di final Euro itu menjadi luka tersendiri bagi Gareth Southgate dan skuadnya.
Perjalanan ke Semifinal: Dari 1996 hingga 2018
Jika Inggris gagal mengalahkan Argentina, catatan semifinal mereka akan kembali bertambah dalam daftar panjang nyaris berhasil. Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Kieran Trippier mencetak tendangan bebas spektakuler di menit kelima, tapi Inggris akhirnya kalah dari Kroasia di babak perpanjangan waktu. Sebelumnya, Inggris tidak pernah menembus semifinal turnamen besar selama 22 tahun—terakhir pada Euro 1996, ketika mereka kalah adu penalti dari Jerman di Wembley.
Semifinal Euro 1996 itu hanya berselang enam tahun setelah semifinal Piala Dunia 1990 di Turin, yang juga berakhir dengan kekalahan adu penalti dari Jerman Barat. Dengan kata lain, dari tiga semifinal besar yang pernah dimainkan Inggris, hanya satu yang berhasil dilanjutkan ke partai final—dan itu terjadi pada 1966.
Tim Putri Inggris: Lima Final, Tiga Trofi Beruntun
Berbeda dengan tim putra, timnas putri Inggris atau Lionesses memiliki catatan final yang jauh lebih gemilang. Mereka telah tampil di lima final turnamen besar, tiga di antaranya terjadi dalam tiga turnamen terakhir. Pada Euro 2022, mereka mengalahkan Jerman di Wembley untuk merebut gelar. Setahun kemudian, mereka kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2023. Namun, pada 2025, The Lionesses membalaskan dendam dengan menaklukkan Spanyol lewat adu penalti di Swiss.
Lionesses juga mencapai semifinal atau lebih baik dalam enam turnamen besar terakhir mereka. Catatan ini menempatkan tim putri Inggris sebagai salah satu kekuatan dominan sepak bola wanita dunia, sementara tim putra masih berjuang mengakhiri puasa gelar sejak 1966.