BANDA ACEH — Muhammad Salim Fakhry resmi menjabat Ketua DPD Partai Golkar Aceh setelah dilantik langsung oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Dalam struktur baru itu, Sabri Badruddin ditunjuk sebagai Sekretaris, Muhammad Rizky sebagai Bendahara, dan Khalid sebagai Ketua Harian.
Pelantikan ini dirangkai dengan rapat kerja daerah (Rakerda) dan bimbingan teknis (Bimtek). Bahlil menyebut rangkaian kegiatan itu bagian dari roadshow konsolidasi nasional partai berlambang pohon beringin.
Di hadapan pengurus yang baru dilantik, Bahlil menegaskan hanya ada dua prioritas besar yang harus dijalankan kader Golkar ke depan. Pertama, meningkatkan jumlah kursi di parlemen, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kedua, mendukung penuh pemerintahan Prabowo-Gibran sampai akhir masa jabatan.
"Ke depan Partai Golkar hanya mempunyai dua agenda besar. Yang pertama adalah agenda bagaimana menaikkan kursi. Dan yang kedua adalah bagaimana mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sampai selesai. Kapan selesainya? Tanya Pak Presiden Prabowo," ujar Bahlil di hadapan awak media, Sabtu.
Menurutnya, konsolidasi menjadi instrumen paling penting untuk mencapai target penambahan kursi tersebut. Ia menekankan soliditas internal tidak bisa ditawar.
Ketua DPD Golkar Aceh yang baru, Muhammad Salim Fakhry, yang juga Bupati Aceh Tenggara, memastikan kepengurusannya sudah memenuhi kuota keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. Komposisi pengurus disebutnya berasal dari berbagai elemen: tokoh senior, generasi muda, mahasiswa, praktisi, hingga pengusaha.
"Kami tetap setia, patuh, dan taat terhadap AD/ART serta seluruh peraturan organisasi. Kepengurusan ini kami susun dengan semangat kebersamaan dan keterwakilan berbagai unsur masyarakat," kata Salim.
Ia menambahkan, pihaknya telah membentuk empat badan organisasi atas arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Golkar Aceh juga membuka pintu bagi kepala daerah dan kader senior yang ingin bergabung memperkuat partai.
Saat ini, Partai Golkar Aceh tercatat memiliki 88 anggota DPRK (tingkat kabupaten/kota), sembilan anggota DPRA (DPRD Provinsi Aceh), dan tiga anggota DPR RI. Salim berharap di bawah kepemimpinan barunya, jumlah itu bisa bertambah pada pemilu mendatang.
"Harapan kami, di bawah arahan Ketua Umum dan pengurus DPP, Partai Golkar Aceh semakin solid dan mampu meningkatkan capaian politik pada pemilu mendatang," ujarnya.
Bahlil sebelumnya juga mengingatkan bahwa Golkar lahir dari rakyat. Ia menyebut partainya berasal dari petani, nelayan, guru, buruh, hingga purnawirawan TNI-Polri. Karena itu, seluruh kekuatan partai harus bersatu untuk bekerja mewujudkan cita-cita proklamasi dan meningkatkan kesejahteraan bangsa.