Empat Pabrik Kelapa Sawit di Aceh Barat Masih Beli TBS Petani di Bawah Harga Ketetapan Pemerintah, Selisih Capai Rp292 per Kg

Penulis: Saiful  •  Senin, 13 Juli 2026 | 11:33:31 WIB
Empat pabrik kelapa sawit di Aceh Barat masih membeli TBS petani di bawah harga ketetapan pemerintah.

MEULABOH — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan mencatat adanya kesenjangan harga yang kentara antara ketetapan resmi dengan praktik pembelian di tingkat pabrik. Kepala Bidang Perkebunan pada dinas tersebut, Munadi, mengungkapkan bahwa harga ketetapan terendah untuk periode pekan pertama Juli 2026 adalah Rp3.112 per kilogram.

Selisih Harga Rp132 hingga Rp292 per Kg

Berdasarkan data pemantauan per 7 Juli 2026, realisasi harga beli riil di keempat PKS berkisar antara Rp2.820 hingga Rp2.980 per kilogram. Artinya, petani harus menerima selisih minus yang bervariasi dari setiap kilogram TBS yang mereka jual.

Munadi merinci, PT KTS untuk petani non mitra membeli dengan harga Rp2.980 per kg, selisih minus Rp132 dari ketetapan. PT SSJA membeli Rp2.870 per kg (selisih minus Rp242), PT BBP membeli Rp2.850 per kg (selisih minus Rp262), dan PT MJ mencatatkan harga terendah sebesar Rp2.820 per kg dengan selisih minus terdalam mencapai Rp292 per kg.

Petani Swadaya Paling Terdampak

Pemerintah daerah menyoroti bahwa petani swadaya atau non-mitra menjadi pihak yang paling dirugikan dari praktik ini. Mereka tidak terikat kontrak dengan pabrik sehingga posisi tawarnya lebih lemah dalam menentukan harga jual.

"Kami melihat adanya kesenjangan harga yang cukup kentara antara ketetapan pemerintah sebesar Rp3.112 dengan harga beli riil di lapangan oleh pihak PKS. Selisihnya berkisar antara Rp132 hingga Rp292 per kilogram," kata Munadi kepada ANTARA, Sabtu di Meulaboh.

Pemkab Aceh Barat Lakukan Pengawasan Berkala

Menanggapi kondisi ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat menyatakan akan terus memantau pergerakan harga secara berkala. Upaya pengawasan dan pembinaan akan ditingkatkan agar seluruh PKS di wilayah itu mematuhi regulasi yang ada.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meminta manajemen korporasi kelapa sawit untuk lebih kooperatif dalam menyelaraskan skema harga beli harian mereka dengan kebijakan harga berkala yang dikeluarkan pemerintah daerah. Hal ini demi mewujudkan iklim usaha yang sehat dan tidak merugikan para petani yang selama ini aktif berkebun demi menambah pendapatan keluarga serta meningkatkan perekonomian masyarakat di Aceh Barat.

Reporter: Saiful
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top