BANDA ACEH — Pemerintah Aceh resmi mengampanyekan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) sebagai upaya memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah. Sekda Aceh M. Nasir menyebut keterlibatan ayah di hari pertama sekolah memiliki dampak besar bagi psikologis anak.
M. Nasir menilai, momen mengantar anak di hari pertama masuk sekolah bukan sekadar rutinitas. “Kehadiran orang tua di hari pertama sekolah mungkin tampak sederhana, namun sesungguhnya memiliki makna yang sangat besar. Anak-anak merasakan dukungan, kasih sayang, dan keyakinan bahwa perjalanan pendidikan mereka tidak ditempuh sendirian,” ujarnya dalam sambutan di MTsN 1 Banda Aceh.
Menurutnya, kehadiran figur ayah menjadi fondasi awal bagi anak untuk membangun rasa percaya diri. Pemerintah Aceh ingin menanamkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan kolaborasi aktif antara keluarga dan institusi pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Aceh secara resmi membuka Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) bagi peserta didik baru. Kegiatan ini dirancang sebagai masa pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru di madrasah.
Dalam sambutannya, M. Nasir menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar MTsN 1 Banda Aceh yang konsisten melahirkan peserta didik berprestasi. Ia menekankan bahwa pembentukan karakter, moral, dan perilaku peserta didik harus menjadi perhatian utama. “Kita ingin lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial,” tegasnya.
Sekda mengajak seluruh peserta didik untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang lahir dari kolaborasi aktif antara keluarga dan sekolah.
Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung berbagai program yang memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Melalui GAMAS, pemerintah berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung lahirnya generasi Aceh yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.