UIN Ar-Raniry Banda Aceh Kini Miliki 66 Guru Besar, Enam Profesor Baru Dikukuhkan Menag di Jakarta

Penulis: Fajar  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 17:12:38 WIB
Enam dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh resmi dikukuhkan sebagai guru besar oleh Menteri Agama RI di Jakarta pada Senin (13/7/2026).

BANDA ACEH — Enam dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry resmi menyandang jabatan guru besar setelah menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama. Penyerahan KMA dilakukan Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar MA di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Keenam profesor baru itu ditetapkan dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juli 2026. Mereka adalah Prof. Dr. Azhar, M.Pd. (Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam); Prof. Dr. Husna Amin, M.Hum. (Filsafat Agama); Prof. Dr. Marzuki, S.Pd.I., M.Si. (Antropologi Pendidikan Islam); Prof. Dr. Firdaus, S.Ag., M.Hum. (Sosiologi Agama); Prof. Dr. Ernita Dewi, S.Ag., M.Hum. (Filsafat Islam Kontemporer); serta Prof. Dr. Jasafat, M.A. (Ilmu Dakwah).

Lonjakan Guru Besar: Dari 22 ke 66 dalam Empat Tahun

Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman MAg, menyebut peningkatan jumlah profesor menjadi indikator penguatan kapasitas akademik kampus. “Alhamdulillah, dalam empat tahun terakhir jumlah guru besar UIN Ar-Raniry meningkat dari 22 orang pada 2022 menjadi 66 orang pada 2026. Capaian ini menunjukkan budaya akademik dan produktivitas dosen terus berkembang,” ujarnya.

Tak hanya profesor, jumlah dosen bergelar doktor juga naik signifikan. Pada 2022 tercatat 188 dosen doktor, sementara pada 2026 menjadi 289 orang. Menurut Mujiburrahman, peningkatan kualitas sumber daya akademik ini akan memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pesan Menag: Iman dan Ilmu Harus Berjalan Bersama

Dalam seremoni tersebut, Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar mengingatkan para guru besar agar tidak hanya unggul secara akademik. “Jangan berpaham bahwa yang paling utama hanya ilmu. Yang paling utama adalah iman. Iman dan ilmu harus berjalan bersama,” tegas Nasaruddin.

Ia menekankan, guru besar memiliki peran strategis dalam menghadirkan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat melalui karya ilmiah, integritas, dan pengabdian. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Kamaruddin Amin menambahkan, profesor merupakan penggerak utama peningkatan kualitas perguruan tinggi. “Profesor harus menjadi instrumen utama yang meningkatkan daya ungkit perguruan tinggi Indonesia,” ujarnya.

Target ke Depan: Riset dan Publikasi Internasional

Dengan bertambahnya enam profesor baru, UIN Ar-Raniry menargetkan penguatan riset, publikasi ilmiah, dan inovasi akademik. Kampus ini juga berupaya meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Mujiburrahman menegaskan, guru besar memiliki tanggung jawab strategis dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, membimbing generasi peneliti, serta menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat.

Reporter: Fajar
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top