BIREUEN — Kompetisi Piala Soeratin U-17 zona Aceh tahun 2026 resmi bergulir di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Bireuen, Senin (13/07) sore. Laga pembuka mempertemukan tuan rumah Juang FC Bireuen melawan PS Muda Sedia Tamiang.
Anak asuhan Mulya Saputra tampil dominan sejak menit awal. Dua gol tercipta di babak pertama, dan satu gol tambahan berhasil dibukukan di babak kedua. Skor akhir 3-0 untuk kemenangan Juang FC Bireuen.
Pembukaan kompetisi dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Bireuen. Asisten Administrasi Umum, Zamzami, MM, mewakili Bupati Bireuen Mukhlis ST, menyambut baik penetapan Bireuen sebagai tuan rumah. Ia menyebut sepak bola sebagai olahraga merakyat yang menjadi ajang pembinaan sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Ketua PSSI Bireuen, Yahfud Saifuddin Muhammad, mengucapkan terima kasih kepada PSSI Aceh atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, status tuan rumah ini menjadi penyemangat bagi pembinaan dan pengembangan sepak bola ke depan, termasuk regenerasi pemain, peningkatan SDM perangkat pertandingan, hingga pembangunan stadion standar di Bireuen.
Ketua PSSI Aceh, Nazir Adam, menyatakan kompetisi ini menjadi pintu harapan bagi masa depan sepak bola Aceh. “Kita sedang membuka pintu harapan, menyalakan mimpi dan menyiapkan masa depan sepak bola Aceh. Karena setiap pemain muda yang bertanding tiap kelompok umur berpeluang menjadi pemain pro dan kebanggaan Aceh di masa depan,” ujarnya.
Nazir Adam menegaskan bahwa kejayaan sepak bola Aceh tidak dimulai dari membeli pemain bintang, melainkan dari membangun sistem pembinaan yang kuat untuk melahirkan talenta berbakat. Ia juga mendorong Bireuen untuk memiliki stadion sepak bola berstandar, mengingat Stadion Cot Gapu telah dirobohkan dan kini difungsikan sebagai ruang terbuka hijau.
Dengan infrastruktur yang memadai dan pembinaan berkesinambungan, lebih banyak pemain asal Bireuen diyakini bisa mentas di liga profesional dan mewakili Aceh ke ajang nasional seperti PORWIL dan PON.