ACEH — Pasar otomotif Amerika Serikat yang selama bertahun-tahun didominasi SUV dan crossover segera mendapat angin segar. Volvo dikabarkan tengah mempersiapkan kehadiran sedan dan station wagon listrik untuk dijual di Negeri Paman Sam pada 2028. Informasi ini pertama kali diungkap oleh Automotive News dan dikonfirmasi oleh pernyataan CEO Volvo, Hakan Samuelsson, yang menolak tren kendaraan bertubuh besar.
Kedua model—yang kemungkinan mengusung lencana 60-series atau 70-series—akan dibangun di atas platform SPA3 800-volt, arsitektur yang sama dengan EX60 crossover terbaru Volvo. Pabrikan asal Swedia itu tidak perlu memulai dari nol karena kedua model tersebut sudah dalam tahap pengembangan untuk pasar Eropa. Penyesuaian untuk regulasi dan preferensi konsumen AS disebut tidak akan menjadi tantangan besar.
Volvo juga mempertimbangkan menghadirkan varian Cross Country untuk versi wagon, memberikan sentuhan tangguh khas Volvo pada mobil rendah. Namun, target penjualan tergolong konservatif: hanya sekitar 10.000 unit per tahun di AS, dengan harga awal di kisaran USD 50.000 atau sekitar Rp 800 juta (estimasi kurs Rp 16.000).
Keputusan ini bukan tanpa dasar filosofis. CEO Volvo, Hakan Samuelsson, secara terbuka mengkritik obsesi industri terhadap SUV raksasa. "Kami sedang menyelidiki hal itu. Saya pikir kami tidak akan hanya memiliki SUV lima tahun dari sekarang," ujar Samuelsson kepada wartawan, seperti dikutip dalam laporan tersebut.
Ia menambahkan bahwa kendaraan dengan posisi duduk lebih rendah lebih aerodinamis, sehingga menghasilkan jarak tempuh dan efisiensi yang lebih baik. Samuelsson juga menyoroti pergeseran generasi di mana pembeli muda mulai mencari alternatif dari SUV besar yang mereka kenal sejak kecil.
Langkah Volvo ini terbilang berani. Saat ini, light truck—kategori yang mencakup SUV dan pikap—menguasai lebih dari 80 persen penjualan kendaraan baru di AS. Namun, segmen sedan mewah justru menunjukkan ketahanan. BMW, Mercedes-Benz, dan Audi masih meraup margin tebal dari sedan, coupe, convertible, dan varian performa tinggi mereka.
Volvo sendiri baru saja menyetop S90 (sedan terakhirnya) pada 2025 dan menarik V60 serta V90 Cross Country dari pasar AS pada musim semi tahun yang sama. Kembalinya mereka ke segmen ini menandai pembalikan arah yang signifikan dari rencana awal menjadi merek all-crossover dan all-electric.
Geliat menghidupkan kembali sedan juga terlihat di kubu General Motors. Buick, yang saat ini hanya menjual empat model crossover, dikabarkan akan memperkenalkan sedan bensin baru buatan Michigan dalam tiga tahun ke depan. Mobil ini akan menjadi model non-crossover pertama Buick sejak Regal?? pada 2020. Langkah ini sekaligus menjadi penundaan dari rencana Buick untuk menjadi merek listrik penuh pada 2022.