BYD Australia Kembalikan Uang Penuh ke 1.265 Pembeli, Mobil Tahun 2025 Dijual Sebagai Model 2026

Penulis: Yasir  •  Senin, 20 Juli 2026 | 12:13:01 WIB
lebih pembeli BYD Atto 3 di Australia menerima pengembalian dana penuh setelah kesalahan administratif terkait tahun produksi kendaraan.

ACEH — Kesalahan administratif berskala besar ini pertama kali terungkap setelah sejumlah pemilik BYD Atto 3 Premium di Melbourne dan Sydney melaporkan kejanggalan. Mereka baru mengetahui perbedaan tahun produksi setelah dihubungi layanan pelanggan BYD pasca pengiriman. Salah satu korban, Zoheb Khan dari Melbourne, membeli Atto 3 Premium seharga sekitar AUD 47.000 dan langsung menolak kompensasi awal.

"Saya tidak mengerti bagaimana kesalahan manajemen bisa terjadi dalam skala sebesar ini," ujar Khan kepada ABC News. Ia kemudian menuntut penukaran unit atau kompensasi yang lebih tinggi karena khawatir nilai jual kembali mobilnya anjlok akibat selisih tahun produksi.

Kronologi Kesalahan dan Perubahan Kebijakan BYD

Awalnya BYD hanya menawarkan kompensasi AUD 1.100 per pelanggan. Tawaran itu langsung menuai protes keras. Banyak pemilik berargumen bahwa kerugian depresiasi mobil akibat perbedaan tahun produksi jauh lebih besar dari nominal tersebut. Situasi berubah setelah ABC News meminta klarifikasi resmi ke BYD.

Paul Ellis, Direktur Hubungan Masyarakat BYD Australia, menjelaskan bahwa kesalahan terjadi karena perusahaan menggunakan tanggal keberangkatan dari pabrik, bukan tanggal produksi, saat mengajukan dokumen kendaraan. Ia menegaskan ini murni "kesalahan administratif" dan bukan upaya menipu konsumen. Ellis juga membantah bahwa perubahan kebijakan terjadi karena tekanan media, dan mengklaim rencana pengembalian dana sudah dibahas berminggu-minggu sebelum wawancara.

Opsi yang Ditawarkan ke Pelanggan Terdampak

BYD kini memberikan tiga pilihan kepada 1.265 pelanggan yang terkena dampak. Pertama, pengembalian dana penuh bagi yang tidak ingin menyimpan kendaraannya. Kedua, tetap menggunakan mobil dan menerima subsidi AUD 1.100. Ketiga, membeli model BYD 2026 dengan harga setara jumlah yang sudah dibayarkan sebelumnya.

Perusahaan berjanji akan menghubungi semua pelanggan terdampak melalui telepon, email, dan pesan teks untuk menjelaskan opsi baru ini. Ellis menambahkan bahwa kesalahan administrasi tidak memengaruhi kemampuan kendaraan memenuhi standar teknis Australia, cakupan garansi, atau kualitas operasional mobil.

Potensi Pelanggaran Hukum Konsumen Australia

Insiden ini memicu perhatian serius dari lembaga perlindungan konsumen. Erin Turner, CEO Centre for Consumer Policy Research, menilai kasus ini perlu diinvestigasi karena berpotensi melanggar aturan perilaku konsumen yang menyesatkan dan menipu. Menurut Turner, jika pelanggan membayar untuk mobil model 2026 tetapi menerima model 2025, mereka berhak menuntut kompensasi, penukaran, atau pengembalian dana berdasarkan undang-undang perlindungan konsumen.

Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) belum mengonfirmasi apakah penyelidikan resmi telah dibuka. Namun, lembaga tersebut menegaskan bahwa konsumen berhak mengajukan keluhan jika produk yang diterima tidak sesuai deskripsi dalam kontrak. ACCC juga mengingatkan bahwa hukum Australia melarang bisnis memberikan informasi palsu atau menyesatkan tentang produk.

BYD saat ini merupakan merek mobil terlaris kedua di Australia setelah Toyota. Lonjakan permintaan memaksa perusahaan mempercepat pengiriman menggunakan kapal khusus. Ironisnya, tekanan distribusi inilah yang diduga menjadi akar kesalahan administratif yang kini merugikan ribuan pelanggan.

Reporter: Yasir
Sumber: vietnam.vn This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top