Banjir Bandang Aceh Tamiang Lumpuhkan Sanitasi, Sumur Bor Dompet Dhuafa Kini Jadi Sumber Air Bersih bagi 1 Dusun

Penulis: Fajar  •  Senin, 20 Juli 2026 | 15:07:31 WIB
Warga Dusun Sukamulia, Desa Rantau Bintang, Aceh Tamiang, mengantre mengisi jeriken di sumur bor bantuan Dompet Dhuafa yang menjadi satu-satunya sumber air bersih pascabencana banjir bandang November 2025.

ACEH TAMIANG — Banjir bandang yang menerjang Aceh Tamiang pada November 2025 lalu tak hanya merendam rumah, tetapi juga melumpuhkan total akses warga terhadap air bersih. Di Dusun Sukamulia, Desa Rantau Bintang, lumpur pekat mengeras menutupi sumur-sumur manual dan merusak jalur parit yang selama ini menjadi andalan.

Kondisi itu memaksa warga, termasuk Abdul Manan dan ayahnya yang sedang sakit saat banjir datang, bertahan hidup dengan air parit keruh. "Jangankan untuk MCK yang layak, untuk air minum pun kami ambil dari air berlumpur itu," kata Abdul Manan kepada tim Dompet Dhuafa, Jumat (17/07/2026).

Dua Pekan Pengerjaan, Hasilnya Langsung Terasa

Pada Maret 2026, Dompet Dhuafa melalui Program Air Untuk Kehidupan bersama mitra UPZDK Permata Bank Syariah membangun sumur bor di lokasi strategis pinggir jalan. Proses pengerjaan berlangsung selama dua pekan hingga akhirnya air jernih mengalir dari kedalaman 18 meter.

Sumur itu kini menjadi pusat aktivitas warga. Bukan hanya dari Dusun Sukamulia, warga dusun lain pun datang membawa jeriken untuk mengisi air bersih. "Berguna sekali, untuk masak, cuci, ibadah. Kami nggak perlu lagi konsumsi air keruh atau ambil jauh kalau kemarau," ujar Abdul Manan.

Dari Air Parit Berlumpur ke Air Jernih Gratis

Sebelum banjir, warga terbiasa mengandalkan air parit dari mata air perbukitan. Saat kemarau, mereka harus berjalan kaki 30 menit ke daerah lain atau membeli air bersih. Pascabencana, akses itu makin sulit karena jalur parit hancur total.

Kini, sumur bor tersebut dikelola secara swadaya oleh warga. Biaya listrik ditanggung bersama secara patungan. "Alhamdulillah, kami rawat, bayar listriknya juga patungan. Banyak yang lewat ambil air karena lokasinya di pinggir jalan," tambah Abdul Manan.

Simbol Kebersamaan di Tengah Puing

Bagi Abdul Manan, sumur bor ini bukan sekadar infrastruktur fisik. "Ini simbol bahwa kami tidak berjalan sendirian. Ada Dompet Dhuafa, mitra kebaikan, dan amanah donatur dalam menata kembali puing-puing kehidupan yang sempat tenggelam," pungkasnya.

Dompet Dhuafa mencatat, program sumur bor dan MCK ini merupakan bagian dari fase pemulihan (recovery) bagi penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang. Kehadiran air bersih menjadi fondasi awal bagi warga untuk kembali membangun kehidupan normal setelah bencana.

Reporter: Fajar
Sumber: dompetdhuafa.org This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top