Oknum Polisi Rampok Toko Emas di Aceh Selatan, Polda Aceh Minta Maaf dan Tindak Tegas Pelaku

Penulis: Yasir  •  Senin, 20 Juli 2026 | 16:02:31 WIB
Polda Aceh menyampaikan permohonan maaf resmi atas perampokan toko emas di Aceh Selatan yang dilakukan oknum anggota Polri berinisial MZ.

BANDA ACEH — Seorang oknum anggota Polri harus berurusan dengan hukum setelah merampok toko emas di Kabupaten Aceh Selatan. Pelaku berinisial MZ (28) ditangkap tim gabungan Polres Aceh Selatan dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Perampokan terjadi di Toko Emas Amin Setia, Tapaktuan, pada Sabtu (18/7/2026). Dari tangan pelaku, polisi menyita satu pucuk senjata api yang diduga digunakan saat beraksi.

Motif Pelaku: Tekanan Ekonomi

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara, MZ mengakui perbuatannya. "Motifnya diduga karena tekanan ekonomi," kata Joko saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).

Penyidikan masih berjalan untuk mengungkap seluruh fakta di lapangan. Polisi juga mendalami apakah ada pihak lain yang terlibat dalam perampokan ini.

Polda Aceh Minta Maaf, Beri Sanksi Tegas

Institusi Polri langsung bereaksi atas ulah anggotanya. Polda Aceh menyampaikan permohonan maaf resmi kepada masyarakat Aceh Selatan dan seluruh warga Aceh.

"Kami memohon maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini," ujar Joko. Ia menambahkan, proses hukum terhadap MZ dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. "Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh," tegasnya.

Barang Bukti Senpi Diamankan

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti penting. Satu pucuk senjata api yang diduga digunakan MZ saat merampok kini sudah berada dalam penguasaan penyidik.

Joko memastikan kasus ini ditangani langsung oleh Polda Aceh. "Proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu meski pelaku merupakan anggota Polri," pungkasnya.

Reporter: Yasir
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top