JANTHO — Yayasan Sejahtera Aceh Mulia (Yayasan SAM) memulai langkah konkret mengembangkan kawasan Sare, Aceh Besar, sebagai destinasi Agro Eko Edu Wisata. Rombongan yayasan yang dipimpin Ketua Dewan Pengawas Nurul Akmal, SE. MM, meninjau langsung lima titik potensial di kawasan tersebut pada Selasa (21/7/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam mendukung pariwisata berkelanjutan, edukasi pertanian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh. Rombongan pertama kali singgah di SMK SPP Sare dan diterima langsung oleh Kepala Sekolah Dr. Muhammad Amin, SP, MP.
Dalam kunjungan tersebut, Yayasan SAM mengidentifikasi lima titik utama yang dinilai memiliki daya tarik wisata dan edukasi:
Ketua Dewan Pengawas Yayasan SAM, Nurul Akmal, menilai Sare memiliki semua unsur yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi wisata terpadu di Aceh.
"Kami melihat Sare punya semua unsur: pertanian, alam, edukasi, dan rekreasi. Dengan konsep Agro Eko Edu Wisata, Sare bisa menjadi contoh bagaimana wisata bisa menggerakkan ekonomi, mendidik, sekaligus menjaga lingkungan. Ini sejalan dengan visi kami untuk Aceh yang sejahtera dan berkelanjutan," ujarnya.
Nurul menambahkan, Yayasan SAM siap bersinergi dengan pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain untuk merealisasikan program tersebut. Bentuk dukungan yang disiapkan meliputi pelatihan, pendampingan UMKM, dan pengembangan agro wisata.
Yayasan Sejahtera Aceh Mulia berharap kawasan Sare dapat segera dikembangkan sebagai destinasi Agro Eko Edu Wisata unggulan di Aceh Besar. Ke depan, Sare ditargetkan mampu menarik wisatawan keluarga, sekolah, dan komunitas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Kegiatan kunjungan ditutup dengan diskusi bersama Kepala Sekolah SMK SPP Sare dan tokoh masyarakat setempat. Diskusi membahas rencana tindak lanjut pengembangan kawasan, termasuk skema kolaborasi antara yayasan, sekolah, dan warga sekitar.
Yayasan Sejahtera Aceh Mulia sendiri merupakan lembaga sosial yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, lingkungan, dan ekonomi berbasis kearifan lokal di Aceh.