BANDA ACEH — Sejak 519 tahun silam, tepatnya 23 Juli 1507 Masehi, Sultan Ali Mugayatsyah mendirikan Kesultanan Aceh Darussalam. Jejak peradaban itu kembali dirawat oleh komunitas pecinta sejarah dalam sebuah haul yang berlangsung khidmat di pusara para sultan.
Ketua Panitia Haul, T Iskandar, menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. "Ini bagian dari mengenang bahwa 519 tahun silam berdiri Kesultanan Aceh Darussalam. Peringatan haul ini merupakan upaya kami merawat sejarah Aceh," ujarnya.
Acara diawali dengan apel bersama dan pembacaan 21 Wasiat Sultan Aceh. Isi wasiat tersebut dinilai relevan sebagai pedoman transformasi Bumi Serambi Mekah di masa mendatang.
Setelah apel, peserta yang terdiri dari puluhan penggiat sejarah melakukan ziarah ke makam Sultan Iskandar Muda dan Sultan Ali Mugayatsyah. Dua tokoh ini menjadi simbol kejayaan Kesultanan Aceh yang pernah menjadi pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Nusantara.
T Iskandar yang didampingi koordinator kegiatan T Wahidul menegaskan, tanggal 23 Juli bukanlah tanggal sembarangan. Tanggal itu merujuk pada hari berdirinya Kesultanan Aceh Darussalam oleh Sultan Ali Mugayatsyah pada 1507 Masehi.
"Kami juga mendorong pemerintah menetapkan 23 Juli sebagai hari bersejarah berdirinya Kesultanan Aceh Darussalam. Penetapan tanggal tersebut agar generasi mendatang bisa mengenang bahwa di Aceh ada kesultanan di masa lalu," kata T Iskandar.
Harapannya, dengan adanya penetapan resmi, sejarah panjang Kesultanan Aceh tidak hanya tersimpan di museum atau buku, tetapi hidup dalam kesadaran kolektif masyarakat Aceh, terutama generasi muda.