BANDA ACEH — Miswar Fuady menegaskan kembali komitmennya bersama PNA. Dalam pernyataan resminya, Minggu (26/7), ia mengajak seluruh pengurus dan kader di 23 kabupaten/kota untuk memperkuat mesin politik partai sejak dini. “Kita tidak boleh terlena. Target kita jelas bangkit dan memenangkan PNA pada Pileg 2029 mendatang. Untuk itu mesin partai harus jalan dari sekarang,” ujarnya.
Miswar menepis spekulasi yang menyebut namanya masuk bursa calon Ketua Umum DPP PNA. Menurutnya, PNA merupakan partai politik lokal yang lahir dari perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dan GAM. “Memang di sejumlah media disebutkan nama saya masuk sebagai calon Ketua Umum. Menanggapi isu tersebut perlu saya tegaskan kalau saya tidak akan maju menjadi Ketua Umum, sebab PNA itu lahir dari MoU, sehingga Ketua Umum memang sepantasnya dari eks kombatan,” pungkasnya.
Ia menekankan bahwa fokus utama partai saat ini bukan membahas figur pimpinan, melainkan memperkuat organisasi hingga tingkat akar rumput. “Yang dibutuhkan PNA hari ini adalah kerja kolektif. Bukan soal siapa ketuanya, tapi bagaimana kita sama-sama membesarkan partai ini,” kata Miswar. Ia menambahkan, konsolidasi harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari penguatan struktur, pembinaan kader, hingga penyusunan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat Aceh.
Miswar menilai soliditas internal menjadi modal utama menghadapi tantangan politik ke depan. Ia berjanji akan bekerja maksimal mendukung kebangkitan PNA sebagai partai lokal yang lahir dari semangat perjuangan rakyat Aceh. “PNA harus jadi rumah besar bagi rakyat Aceh. PR kita berat, tapi kalau solid, kita bisa,” tegasnya.
Kongres partai dijadwalkan dalam waktu dekat. Namun, Miswar memastikan perannya di partai tidak akan berhenti. Ia tetap berkontribusi dalam agenda-agenda politik PNA dan mengajak semua elemen untuk bergerak bersama.