KOTA LANGSA — Proses pencarian nelayan yang hilang saat melaut selama dua hari berakhir dengan ditemukannya jenazah korban di area Pintu Alur Sungai, kawasan Babah Alue, Gampong Sungai Pauh. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Langsa, BASARNAS, TNI, Polri, dan warga setempat berhasil mengevakuasi korban pada pagi hari.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Langsa, Hady Wijaya, menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD. Saat ditemukan, posisi korban berdiri dengan bagian kepala dan rambut yang tampak di permukaan air dalam kondisi timbul tenggelam.
“Saat ditemukan posisi korban berdiri dengan bagian kepala atau rambut yang tampak di permukaan, dalam kondisi timbul tenggelam,” ucap Hady Wijaya.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan satu unit vibber boat. Tim menyisir area sungai yang dipenuhi pepohonan mangrove untuk mencapai lokasi korban.
Pencarian yang dilakukan sejak hari pertama, Minggu (26/7/2026), sempat terhambat kondisi cuaca ekstrem. Angin kencang, ombak besar, dan hujan yang mengguyur pada malam hari membuat tim kesulitan mengidentifikasi lokasi pasti korban di alur sungai.
Jenazah Muhammad Amin kemudian dievakuasi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk dinaikkan, sebelum dibawa pulang ke rumah duka di Dusun Nelayan, Gampong Lhokbanie, dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu pencarian,” tutup Hady Wijaya.