JAKARTA — Penghargaan Transportasi Indonesia Award 2026 resmi diberikan kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Anugerah dari Transportasi Media Indonesia ini menjadi pengakuan atas kebijakan Pemerintah Aceh yang konsisten menyediakan angkutan massal Trans Koetaradja tanpa dipungut biaya, serta program mudik gratis yang telah berjalan dua tahun berturut-turut.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, yang mewakili Gubernur Aceh dalam seremoni yang digelar di Jakarta. Dalam siaran pers Biro Adpim Setda Aceh, Jumat (31/7/2026), Teuku Faisal menyampaikan rasa terima kasihnya kepada penyelenggara.
Teuku Faisal menegaskan bahwa apresiasi ini bukan semata-mata untuk pemerintah daerah, melainkan dedikasi untuk seluruh warga Aceh yang selama ini memanfaatkan layanan tersebut. Menurutnya, fokus utama pembangunan transportasi publik di Aceh adalah memastikan layanan yang layak, aman, dan nyaman bagi semua kalangan.
"Penghargaan ini dedikasikan untuk seluruh masyarakat Aceh. Pembangunan transportasi publik yang mudah diakses adalah fokus utama Pemerintah Aceh demi mewujudkan layanan yang layak, aman, dan nyaman," ujar Teuku Faisal dalam keterangan resminya.
Keberadaan Trans Koetaradja yang gratis dinilai menjadi langkah nyata dalam mendorong efisiensi mobilitas harian masyarakat perkotaan. Sesuai arahan Gubernur, penyediaan angkutan massal ini terus diprioritaskan untuk mendukung aktivitas warga sekaligus meringankan pengeluaran harian mereka.
Kebijakan ini dinilai sebagai solusi konkret dalam mengurangi beban ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah yang setiap hari bergantung pada transportasi umum untuk bekerja dan beraktivitas.
Selain layanan harian, program mudik gratis yang digagas Pemerintah Aceh juga menjadi perhatian khusus Dewan Pakar Transportasi Media Indonesia. Program yang telah berjalan selama dua tahun ini dianggap berdampak signifikan bagi kemudahan masyarakat melakukan perjalanan pulang kampung menjelang hari raya.
Dewan Pakar Transportasi Media Indonesia, Djoko Setijawarno, menyebut Provinsi Aceh sebagai role model dalam penyediaan layanan angkutan massal gratis. Ia menilai kebijakan ini sangat membantu perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat bawah, karena bisa menghemat biaya perjalanan harian.
Djoko Setijawarno menegaskan bahwa proses seleksi penerima penghargaan dilakukan secara independen, objektif, dan melalui kajian komprehensif oleh tim redaksi Transportasi Media Indonesia. Penilaian didasarkan pada prestasi, rekam jejak, dan karya nyata yang telah ditorehkan oleh masing-masing calon penerima.
"Pemilihan para penerima penghargaan didasarkan pada prestasi, rekam jejak, dan karya yang telah ditorehkan. Seluruhnya diteliti serta dianalisis oleh tim Transportasi Media sehingga penghargaan ini benar-benar diberikan kepada tokoh maupun perusahaan yang layak mendapat apresiasi," jelas Djoko.
Menurutnya, komitmen Pemerintah Aceh menjadi percontohan nasional dalam penyediaan layanan transportasi publik yang inklusif dan aksesibilitas universal. Layanan transportasi yang dirancang tidak mendiskriminasi pengguna berdasarkan keterbatasan fisik, usia, maupun kondisi ekonomi dan sosial menjadi nilai lebih yang dihargai dewan juri.
Penghargaan ini diharapkan mampu mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat daya saing sektor transportasi Indonesia agar semakin maju, modern, aman, dan berkelanjutan.