Karhutla Gambut Aceh Barat Makin Kritis, Bara di Bawah Permukaan Capai 160 Derajat Celsius

Penulis: Yasir  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:34:01 WIB
Bara api di bawah permukaan lahan gambut Aceh Barat terdeteksi mencapai suhu 160 derajat Celsius.

ACEH BARAT — Kondisi karhutla di lahan gambut Aceh Barat dinilai kian mengkhawatirkan. Tim gabungan di lapangan mendeteksi suhu bara api yang tersimpan di bawah permukaan tanah mencapai 160 derajat celsius, jauh lebih panas dari titik didih air, sehingga berpotensi memicu munculnya kembali kobaran api dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, T Ronald Nehdiansyah, menyebut hasil pengamatan visual di darat menunjukkan api belum sepenuhnya bisa dikendalikan. Meski di sejumlah titik hanya terlihat kepulan asap, lapisan gambut di bawahnya masih menyimpan energi panas yang besar.

“Hasil pengamatan visual darat menyimpulkan kondisi bara api masih sangat membara dengan suhu mencapai 160 derajat celsius. Hal ini berpotensi memicu dan mempercepat penyebaran api di sekitar wilayah yang terdampak,” ujar Ronald, Sabtu (1/8/2026).

Mengapa Api Gambut Sulit Dipadamkan?

Karakteristik lahan gambut menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menjalar di bawah tanah atau dikenal dengan istilah subsurface fire.

Bara yang tersimpan di lapisan gambut dapat kembali memunculkan kobaran api ketika cuaca panas dan kering. Kondisi ini membuat upaya pemadaman harus dilakukan secara intensif dan berkelanjutan, tidak cukup hanya dengan penyiraman di permukaan.

Helikopter Water B bombing Dikerahkan

Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, BNPB dijadwalkan mengerahkan helikopter water bombing. Operasi udara ini direncanakan mulai beroperasi hari ini dan difokuskan pada titik-titik api yang sulit dijangkau petugas di darat.

“Menimbang kondisi tersebut, berdasarkan informasi yang kami terima, BNPB akan membantu operasi penanganan karhutla di Aceh Barat menggunakan helikopter water bombing yang direncanakan mulai beroperasi hari ini,” kata Ronald.

Penyiraman dari udara diharapkan tidak hanya memadamkan kobaran api, tetapi juga menurunkan suhu ekstrem pada lapisan gambut yang masih menyimpan bara. Kombinasi operasi darat dan udara menjadi strategi terpadu untuk menekan penyebaran api serta mencegah karhutla meluas ke kawasan lain.

Potensi Meluas dalam Dua Hari ke Depan

Berdasarkan hasil pemantauan, potensi meluasnya kebakaran diperkirakan masih tinggi setidaknya selama dua hari ke depan. Pemerintah berharap langkah cepat ini mampu meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Reporter: Yasir
Sumber: popularitas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top