Samarinda Punya 17 Situs Cagar Budaya, Masjid Shirathal Mustaqiem hingga Klenteng Thien Ie Kong Bisa Jadi Wisata Edukasi Keluarga
Penulis:
Sutomo
•
Senin, 03 Agustus 2026 | 13:12:01 WIB
Masjid Shirathal Mustaqiem menjadi salah satu dari 17 situs cagar budaya yang dilestarikan Pemerintah Kota Samarinda.
ACEH — Pernah membayangkan liburan keluarga di Samarinda tidak melulu soal pusat perbelanjaan atau kuliner? Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah menggencarkan pelestarian 17 situs cagar budaya yang tersebar di berbagai penjuru kota. Ini bukan sekadar upaya menjaga bangunan tua, melainkan langkah strategis untuk memperkuat identitas dan memori kolektif warga di tengah pesatnya modernisasi.
Daya Tarik Utama: Menyusuri Jejak Sejarah di Tengah Kota
Setiap situs menyimpan cerita dan arsitektur yang berbeda. Anda bisa memulai perjalanan dari Masjid Shirathal Mustaqiem, masjid bersejarah yang menjadi saksi penyebaran Islam di Kalimantan Timur. Tak jauh dari sana, Klenteng Thien Ie Kong menawarkan keindahan arsitektur Tionghoa yang telah berdiri kokoh selama puluhan tahun. Jangan lewatkan juga Tugu Kebangunan Nasional dan Makam La Mohang Daeng Mangkona, tokoh penting dalam sejarah Kesultanan Kutai.
"Pelestarian 17 cagar budaya seperti Masjid Shiratal Mustaqim, Klenteng Thien Ie Kong, Tugu Kebangunan Nasional, hingga Makam La Mohang Daeng Mangkona ini menjadi prioritas utama kami untuk menjaga memori kolektif warga," ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Samarinda, Barlin Hady Kusuma, Senin, 3 Agustus 2026.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
Kawasan cagar budaya ini dirancang bukan sebagai museum mati, melainkan ruang hidup yang interaktif. Beberapa aktivitas yang bisa Anda lakukan bersama keluarga:
- Belajar Sejarah Langsung: Para pelajar dan pengunjung umum bisa mendapatkan pemahaman kontekstual tentang perjalanan Kota Samarinda.
- Ekspresi Seni: Pemerintah kota memfasilitasi generasi muda untuk memanfaatkan area ini sebagai tempat mengekspresikan karya seni.
- Mengunjungi Museum Kota: Integrasi antara objek cagar budaya dan museum memungkinkan pengunjung melihat ratusan koleksi artefak masa lalu yang telah didigitalisasi.
- Menghadiri Festival Seni: Sinergi dengan ratusan sanggar seni dan komunitas lokal menghidupkan suasana sejarah melalui pertunjukan berkala.
Cara Menuju Lokasi
Sebagian besar situs cagar budaya berada di dalam pusat kota Samarinda, sehingga mudah diakses menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi daring. Masjid Shirathal Mustaqiem dan Klenteng Thien Ie Kong berlokasi di kawasan strategis yang tidak jauh dari pusat pemerintahan dan perbelanjaan. Untuk rute paling akurat dari titik Anda, disarankan menggunakan aplikasi navigasi atau bertanya kepada warga sekitar yang ramah.
Tiket Masuk & Jam Operasional
Sebagai ruang publik alternatif yang sarat edukasi, situs-situs cagar budaya ini pada dasarnya dapat diakses oleh masyarakat umum tanpa dipungut biaya masuk. Namun, untuk jam operasional detail dan kemungkinan adanya acara khusus, ada baiknya Anda mengonfirmasi langsung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda atau akun media sosial resmi mereka sebelum berkunjung.
Tips Berkunjung
- Waktu Terbaik: Kunjungi pada pagi hari untuk menghindari terik matahari dan mendapatkan suasana yang lebih tenang untuk berfoto.
- Etika Lokal: Hormati area ibadah seperti masjid dan klenteng. Pastikan mengenakan pakaian yang sopan dan mengikuti aturan yang berlaku di masing-masing situs.
- Kombinasikan Kunjungan: Padukan perjalanan Anda dengan mengunjungi museum kota untuk mendapatkan gambaran sejarah yang lebih utuh.
"Kehadiran situs sejarah yang terawat dengan baik memberikan latar belakang pengetahuan yang sangat kuat bagi para wisatawan saat berkunjung ke daerah ini," sebut Barlin. Dengan adanya pembinaan berkelanjutan bagi pelaku seni dan budayawan lokal, ekosistem pemajuan tradisi di Samarinda diharapkan tumbuh mandiri dan semakin mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.
Luangkan waktu setidaknya setengah hari untuk menyusuri beberapa titik cagar budaya dalam satu rute. Dengan begitu, liburan keluarga Anda di Samarinda tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkaya wawasan sejarah anak-anak sejak dini.
Reporter:Sutomo
Sumber:metrotvnews.comThis article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.