Recall Ram 1500 Lebih dari 1,27 Juta Unit di AS karena Dudukan Sabuk Pengaman Baris Kedua

Penulis: Ragil  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:24:01 WIB
Stellantis menarik lebih dari 1,27 juta unit Ram 1500 di Amerika Serikat karena jangkar sabuk pengaman baris kedua tidak terpasang optimal.

ACEH — Stellantis mengumumkan program recall yang mencakup lebih dari 1,27 juta unit Ram 1500 di Amerika Serikat. Penarikan ini menyusul temuan bahwa jangkar sabuk pengaman pada posisi tengah dan sisi pengemudi di baris kedua tidak terpasang secara optimal ke struktur bodi kendaraan.

Masalah ini berpotensi memengaruhi kinerja sabuk pengaman baris kedua dalam skenario tabrakan tertentu. Dampaknya, risiko cedera bagi penumpang bisa meningkat.

Lebih dari 1,5 Juta Unit Terdampak di Seluruh Dunia

Program recall ini tidak hanya terbatas di Amerika Serikat. Secara global, Stellantis menarik total lebih dari 1,5 juta unit truk pikap. Rinciannya mencakup 156.000 unit di Kanada, 15.000 unit di Meksiko, dan sekitar 75.000 unit di luar kawasan Amerika Utara.

Menurut laporan Reuters, Stellantis mengetahui adanya satu cedera yang berpotensi terkait dengan masalah ini. Tidak ada laporan korban jiwa yang berhubungan dengan recall tersebut.

Prosedur Perbaikan dan Inspeksi Gratis di Dealer

Pemilik unit yang terdampak akan menerima pemberitahuan resmi dari Stellantis. Mereka selanjutnya diarahkan untuk menghubungi dealer terdekat guna menjadwalkan pemeriksaan.

Teknisi dealer akan memeriksa jangkar sabuk pengaman di kursi tengah dan sisi pengemudi baris kedua. Jika ditemukan masalah, komponen tersebut akan dipasang kembali dengan benar ke struktur bodi kendaraan. Seluruh proses inspeksi dan perbaikan ini tidak dipungut biaya alias gratis bagi pemilik kendaraan.

Bukan Recall Pertama Ram di Tahun 2026

Ini bukan kali pertama Ram melakukan penarikan kendaraan pada 2026. Sebelumnya, pabrikan truk asal Amerika ini juga menarik sekitar 12.000 unit seri 2500 Heavy Duty. Recall tersebut dipicu oleh sistem kalibrasi kecepatan kendaraan yang tidak akurat, yang memungkinkan truk melaju melebihi batas kecepatan maksimum yang direkomendasikan untuk ban.

Untuk mengatasi masalah itu, Stellantis memprogram ulang modul kontrol powertrain (PCM) pada unit yang terdampak. Langkah ini dilakukan agar kecepatan tertinggi kendaraan tetap berada dalam batas aman yang ditetapkan oleh spesifikasi ban.

Reporter: Ragil
Sumber: roadandtrack.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top