Samsung Galaxy Z Fold 8 Diklaim Sempurna untuk Video Layar Penuh, Realitanya Tidak

Penulis: Fajar  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 04:57:31 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8 dipasarkan dengan klaim layar ideal untuk video, tetapi rasio aspeknya memunculkan bar hitam saat memutar konten modern.

ACEH — Menjelang berakhirnya periode pre-order Galaxy Z Fold 8, Samsung kian agresif memasarkan perangkat lipat anyarnya sebagai perangkat multimedia terbaik. Dalam unggahan resmi di newsroom-nya, raksasa teknologi Korea Selatan itu menyebut layar Galaxy Z Fold 8 sebagai "perangkat sempurna untuk konten favorit Anda". Pemasaran ini menyasar pengguna yang gemar menonton video, bermain game, dan membaca e-book di perangkat mobile.

Klaim tersebut patut diuji. Secara teknis, Galaxy Z Fold 8 memang membawa perubahan desain yang signifikan dibanding generasi sebelumnya. Bentuknya yang lebih lebar dan ringkas membuat genggaman lebih nyaman, dan ruang kosong yang terbuang saat memutar video jauh lebih sedikit ketimbang Galaxy Z Fold 7. Namun, apakah benar pengalaman menontonnya benar-benar "full-screen" tanpa gangguan? Jawabannya, tidak juga.

Rasio Layar 4:3 vs Realita Konten 16:9

Masalah utama terletak pada rasio aspek layar utama yang justru dipuji Samsung. Layar internal Galaxy Z Fold 8 memiliki rasio 4:3, sebuah kanvas yang sebenarnya lebih cocok untuk iPad ketimbang ponsel. Padahal, hampir seluruh konten video modern—mulai dari film di Netflix, video YouTube, hingga konten vertikal TikTok—diproduksi dengan rasio 16:9 atau 9:16.

Akibatnya, saat pengguna memutar video di layar utama, akan muncul letterboxing alias bar hitam tebal di sisi atas dan bawah layar. Samsung memang menyediakan opsi untuk memperbesar video hingga memenuhi layar, tetapi cara ini biasanya memotong sebagian besar bingkai gambar, yang justru merusak pengalaman menonton.

Samsung menyatakan dalam materi promosinya: "Rasio 4:3 pada layar utama sangat cocok untuk membuka lipatan dan menikmati film layar penuh dan e-book." Pernyataan ini hanya akurat untuk segelintir konten lawas yang memang diproduksi dalam format 4:3, seperti film-film klasik atau beberapa serial televisi lama. Untuk konten modern, klaim tersebut jelas mengada-ada.

Layar Samping 10:16 dan Konten Vertikal yang Masih Terpotong

Kondisi serupa juga terjadi pada layar samping (cover screen) yang memiliki rasio 10:16. Samsung menyebut rasio ini "ideal untuk pesan, browsing, dan video pendek untuk memenuhi layar". Faktanya, video vertikal dari platform seperti Instagram Reels atau YouTube Shorts biasanya memiliki rasio 9:16. Dengan rasio 10:16 yang lebih lebar, konten vertikal tetap akan dipotong di sisi kiri dan kanan, atau kembali muncul bar hitam tipis di kedua sisinya.

Menariknya, dalam unggahan lain yang membahas keunggulan layar, Samsung justru menuliskan spesifikasi yang keliru. Mereka menulis rasio layar utama adalah 16:10 dan layar samping adalah 4:3, terbalik dari angka sebenarnya. Kesalahan administratif ini semakin menegaskan bahwa pesan pemasaran yang disusun tidak berdasarkan pengujian nyata terhadap perilaku konsumsi konten pengguna.

Lebih Baik dari Pendahulu, Tapi Bukan "Sempurna"

Perlu ditegaskan bahwa Galaxy Z Fold 8 tetap merupakan peningkatan dari pendahulunya. Uji coba menunjukkan bahwa ruang yang digunakan video di layar Fold 8 kira-kira sama dengan Fold 7, namun dengan bodi yang lebih ringkas dan ruang terbuang yang lebih sedikit. Perangkat ini juga telah menjadi "smash hit" di pasar, menunjukkan bahwa konsumen tetap antusias dengan desain barunya.

Hanya saja, menyebutnya sebagai perangkat "sempurna" untuk video layar penuh adalah peregangan fakta yang cukup jauh. Bagi Anda yang mayoritas waktunya dihabiskan untuk menonton film atau video panjang, ponsel lipat ini mungkin bukan pilihan terbaik. Namun, jika Anda lebih sering membaca, bekerja dengan multi-tasking, atau sekadar ingin ponsel dengan layar terbesar yang bisa dilipat, Galaxy Z Fold 8 tetap menjadi opsi yang menarik di kelasnya.

Reporter: Fajar
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top