Sebanyak 50 hektare lahan pertanian di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, rusak berat akibat bencana. Temuan ini menjadi bahan evaluasi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh untuk menentukan langkah penanganan dan tindak lanjut di lapangan pada Senin lalu.
GAYO LUES — Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh bersama penyuluh pertanian setempat memantau langsung lahan terdampak bencana di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Hasil pemantauan mengungkap sekitar 50 hektare lahan pertanian warga mengalami kerusakan kategori berat.
Pj Swasembada Pangan Gayo Lues, Akram Hamidi, menyebutkan monitoring ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program strategis Kementerian Pertanian (Kementan) RI. "BRMP Aceh terus memperkuat koordinasi dan pendampingan di daerah guna mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan," kata Akram di Gayo Lues, Senin.
Di lokasi yang sama, tim juga mendapati kegiatan optimalisasi lahan (oplah) seluas 12 hektare yang dikelola Kelompok Tani Kala Badak. Kondisi saluran irigasi tersier dengan volume sekitar dua kilometer pun masuk kategori rusak sedang berdasarkan hasil survey investigasi dan desain (SID).
Kerusakan infrastruktur pertanian ini dinilai dapat menghambat produktivitas padi warga jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, hasil monitoring akan dijadikan dasar evaluasi menyeluruh untuk menentukan skala prioritas perbaikan.
Akram menegaskan, hasil monitoring menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah tindak lanjut penanganan lahan terdampak bencana. "Mulai dari penguatan pelaksanaan oplah, perbaikan infrastruktur irigasi, serta pendampingan penyuluh dalam mendukung program strategis Kementan," ujarnya.
Perbaikan saluran irigasi menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kelancaran distribusi air ke lahan pertanian yang masih produktif. Pendampingan penyuluh pertanian juga akan diperketat agar pemulihan lahan berjalan efektif.
Selain monitoring, BRMP Aceh memperkenalkan aplikasi Si PM-AAS kepada para penyuluh pertanian di Gayo Lues. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung pendataan, pelaporan, dan pemantauan program pertanian secara lebih efektif dan transparan.
Diharapkan, digitalisasi data ini dapat mempercepat proses koordinasi antara pemerintah pusat, BRMP, dan penyuluh lapangan dalam penanganan lahan terdampak di masa mendatang. Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata keseriusan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Aceh.