ACEH — Sepanjang delapan bulan pertama 2026, BYD baru mengumpulkan sekitar 2,67 juta kendaraan—turun 6,84 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan kata lain, tekanan terbesar raksasa EV asal Shenzhen ini bukan lagi soal membangun pabrik, melainkan memaksa kurva penjualan naik drastis dalam empat bulan terakhir.
Ekspor menjadi satu-satunya mesin pertumbuhan yang benar-benar bekerja. Pada Agustus 2026, BYD mengirim 189.466 unit ke luar China—setara 43 persen dari total penjualan bulanan. Capaian ini melesat 134,5 persen secara year-on-year, menurut laporan Anadolu Agency yang dirilis Rabu (2/9).
Kontribusi pasar internasional sudah terasa di laporan keuangan semester pertama 2026: operasi di luar China menghasilkan lebih dari separuh pendapatan grup. Ekspansi agresif di Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan perlahan mengurangi ketergantungan BYD pada pasar domestik yang makin jenuh dan kompetitif.
Dari total 440.293 kendaraan yang terjual bulan lalu, segmen penumpang menyumbang 433.384 unit—naik 16,7 persen tahunan. Komposisinya:
Angka Agustus ini juga naik dari 373.626 unit pada Agustus 2025 dan 419.211 unit pada Juli 2026.
Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini sejatinya tengah menikmati momentum ekspor yang luar biasa. Namun penurunan penjualan kumulatif 6,84 persen di delapan bulan pertama 2026 menunjukkan pasar domestik China sedang lesu—kondisi yang kontras dengan permintaan global yang sedang membanjir.
Persaingan di luar negeri pun tidak bisa dianggap enteng. Toyota dan Volkswagen masih terlalu kuat di segmen mainstream, sementara Uni Eropa tengah menyiapkan langkah-langkah perdagangan baru yang menyasar kendaraan hybrid buatan China. Jika kebijakan itu jadi diberlakukan, BYD harus putar haluan cepat—baik menggeser strategi model maupun mempercepat pembangunan pabrik lokal di kawasan tersebut.
Dengan rata-rata bulanan yang dibutuhkan mencapai 583.000 unit—jauh di atas kapasitas produksi dan jaringan distribusi saat ini—target 5 juta hingga 5,5 juta kendaraan pada 2026 akan menjadi ujian paling berat bagi BYD sejak melesat sebagai pemain global. Jalan masih panjang, dan waktu tidak berpihak pada mereka.