Memperkuat Arus Logistik Mineral di Sulawesi Tenggara
ACEH — Kerja sama ini tidak sekadar memperluas layanan, tetapi juga menjawab kebutuhan logistik industri pertambangan dan pengolahan mineral di Sulawesi Tenggara yang terus meningkat. I Wayan Wirawan menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk mengoptimalkan fasilitas Pelabuhan Kendari.
"Kolaborasi ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan dan mendorong peningkatan arus barang melalui Pelabuhan Kendari. Pelindo, bersama seluruh entitas di dalam perusahaan, akan terus memberikan layanan yang andal, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (28/8/2026).
Dengan adanya kerja sama ini, posisi Pelabuhan Kendari sebagai pintu gerbang utama distribusi komoditas unggulan Sulawesi Tenggara diharapkan semakin kokoh. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu sentra pertambangan nikel di Indonesia, sehingga kelancaran arus logistik menjadi faktor krusial bagi keberlanjutan operasional perusahaan tambang.
Sinkron dengan Agenda Hilirisasi Nasional
Langkah Pelindo dan IKM sejalan dengan semangat transformasi BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia. Fokus utamanya adalah memperkuat konektivitas logistik, mengoptimalkan aset negara, dan mendukung agenda hilirisasi industri sebagai bagian dari program strategis nasional.
Herryanto menambahkan, Pelindo siap memastikan seluruh layanan dalam kerja sama ini berjalan optimal tanpa mengesampingkan aspek keselamatan, kepatuhan, dan efisiensi operasional. Pihaknya akan terus membangun komunikasi yang intensif dengan PT IKM demi kelancaran operasional di lapangan.
"Kami berharap kerja sama ini berkembang dalam jangka panjang dan membuka peluang kolaborasi lainnya yang dapat meningkatkan arus barang serta memperkuat daya saing Pelabuhan Kendari," kata Herryanto.
Target ke Depan: Pelabuhan Kendari Jadi Pusat Pengiriman Produk Smelter
Kerja sama ini dibuka lebar untuk diperluas cakupannya. I Wayan Wirawan mengungkapkan harapannya agar Pelabuhan Kendari ke depannya tidak hanya menjadi titik transit bijih nikel mentah, tetapi juga pusat pengiriman produk olahan dari smelter milik PT IKM.
"Kami mendorong kerja sama ini untuk terus berkembang. Ke depannya, kami berharap produk smelter PT IKM juga dapat dikirim melalui Pelabuhan Kendari, sehingga memastikan aliran logistik yang berkelanjutan dari bahan baku hingga produk jadi," jelas I Wayan.
Pengembangan layanan ini dinilai mampu memperkuat posisi Pelabuhan Kendari dalam rantai pasok mineral nasional. Jika terealisasi, aliran barang dari hulu ke hilir akan semakin mulus dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Komitmen Keamanan dan Kepatuhan Operasional
Dian Hadinata, Direktur PT Indo Konstruksi Mineral, menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai dukungan fasilitas dan layanan dari Pelindo akan membantu perusahaannya menjaga kelancaran dan keamanan arus logistik bijih nikel.
"Kerja sama ini merupakan bagian krusial dalam mendukung aktivitas operasional PT Indo Konstruksi Mineral. Kami mengapresiasi dukungan Pelindo dan berharap layanan di Pelabuhan Kendari berjalan efektif, aman, dan sesuai kebutuhan operasional perusahaan," ujar Dian.
PT IKM berkomitmen menjalankan kerja sama ini dengan mengedepankan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk standar keselamatan, keamanan, dan lingkungan di kawasan pelabuhan. Sinergi antara Pelindo dan PT IKM diharapkan dapat meningkatkan utilisasi fasilitas Pelabuhan Kendari, memperlancar distribusi komoditas mineral, dan berkontribusi pada pertumbuhan kegiatan ekonomi serta industri di Sulawesi Tenggara.