Kelangkaan Solar di Simeulue Berlarut Hampir Sebulan, Pemkab Panggil Pertamina dan Pengelola SPBU

Penulis: Saiful  •  Senin, 07 September 2026 | 17:16:02 WIB
Sekretaris Daerah Simeulue, Asludin, memanggil Pertamina dan pengelola SPBU untuk mengklarifikasi kelangkaan Bio Solar yang berlangsung hampir sebulan.

SINABANG — Kelangkaan BBM Bio Solar yang melanda Simeulue dalam beberapa pekan terakhir memaksa Pemkab bergerak cepat. Sekretaris Daerah Simeulue, Asludin, mengungkapkan pihaknya telah memanggil Pertamina dan para pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk dimintai klarifikasi.

Pemanggilan itu dilakukan tiga hari lalu, di sela-sela meningkatnya keluhan warga soal sulitnya mendapatkan solar. Asludin menegaskan, persoalan distribusi menjadi sorotan utama agar penyaluran bahan bakar benar-benar tepat sasaran.

Antrean Panjang dan Keluhan Organda

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Simeulue mencatat kelangkaan solar telah berlangsung hampir sebulan. Kondisi ini langsung menghantam aktivitas angkutan umum dan kendaraan pengangkut barang yang setiap hari bergantung pada Bio Solar.

“Penyaluran dan distribusi BBM harus tepat sasaran,” ujar Asludin kepada TubinNews.com, Minggu (6/9/2026).

Langkah Lanjutan: Pengawasan dan Monev Bersama

Pemkab Simeulue tidak berhenti pada pemanggilan. Asludin menyatakan, pemerintah daerah bersama unsur terkait bakal melanjutkan pengawasan dan monitoring evaluasi (monev) untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai peruntukannya.

“Untuk langkah selanjutnya, Pemda bersama unsur terkait terus akan melakukan pengawasan dan monev agar masalah BBM di Simeulue tepat sasaran,” kata Asludin.

Langkah ini diharapkan mampu memutus antrean panjang yang selama ini mengular di SPBU Kota Sinabang. Sopir angkutan umum dan logistik berharap pasokan solar segera normal agar roda ekonomi di kabupaten kepulauan itu tidak terganggu lebih jauh.

Reporter: Saiful
Sumber: tubinnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top