Hardikda Aceh ke-67 di Bireuen: 78 Guru dan Ratusan Siswa Ikuti Upacara, Lomba Pidato Bahasa Aceh Warnai Peringatan

Penulis: Ragil  •  Selasa, 08 September 2026 | 06:32:01 WIB
Ratusan siswa dan puluhan guru mengikuti upacara peringatan Hardikda Aceh ke-67 di halaman SMA Negeri 2 Peusangan, Bireuen.

BIREUEN — Ratusan siswa dan puluhan tenaga pendidik mengikuti upacara peringatan Hardikda Aceh ke-67 di halaman SMA Negeri 2 Peusangan. Kegiatan ini menjadi ajang penanaman karakter sekaligus pelestarian budaya melalui lomba pidato bahasa Aceh.

Upacara berlangsung di halaman sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen itu. Tema yang diusung tahun ini adalah "Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul, dan Bermartabat".

Pesan Gubernur: Sekolah Wajib Siap Hadapi Bencana

Dalam amanat yang dibacakan Hasballah, Gubernur Aceh menyoroti dua hal utama. Pertama, penguatan pendidikan karakter berbasis nilai keislaman. Kedua, kesiapsiagaan bencana di lingkungan satuan pendidikan.

Setiap sekolah diminta memiliki langkah konkret untuk melindungi siswa dan warga sekolah ketika bencana terjadi. Hal ini dinilai krusial mengingat sebagian wilayah Aceh berada di daerah rawan gempa dan banjir.

Lomba Pidato Bahasa Aceh Jadi Magnet Siswa

Usai upacara, rangkaian kegiatan berlanjut dengan lomba pidato menggunakan bahasa Aceh. Ajang ini dirancang untuk melatih keberanian siswa berbicara di depan umum.

Fakhrurrazi, S.Pd.I., Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 2 Peusangan, bersama sejumlah guru lainnya mendampingi para peserta selama perlombaan. Kehadiran para pendidik bertujuan memberikan motivasi sekaligus memastikan jalannya kegiatan tetap tertib.

Momentum Perbaikan Mutu Pendidikan

Pihak sekolah berharap peringatan Hardikda tidak berhenti sebagai seremoni tahunan belaka. Momen ini dijadikan pendorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter siswa secara berkelanjutan.

Melalui berbagai agenda tersebut, sekolah berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik. Siswa juga dibekali akhlak mulia, rasa percaya diri, dan kecintaan terhadap budaya Aceh sebagai identitas daerah.

Reporter: Ragil
Sumber: acehsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top