Target TKDN Mobil Listrik 80% di 2030, Kemenperin Andalkan Rantai Baterai dari Hulu ke Hilir

Penulis: Fajar  •  Rabu, 09 September 2026 | 16:16:01 WIB
Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin, Setia Diarta, menyampaikan target peningkatan TKDN kendaraan listrik menjadi 80 persen pada 2030 dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Aceh, Rabu (9/9/2026).

ACEH — Rencana ini disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI mengenai roadmap pengembangan industri kendaraan listrik nasional, Rabu (9/9/2026). Saat ini, rata-rata TKDN kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia baru mencapai 44,51 persen.

Komitmen investasi yang masuk untuk industri kendaraan listrik sendiri telah mencapai sekitar Rp30,4 triliun. Investasi tersebut dinilai mampu menyerap lebih dari 40.000 tenaga kerja langsung.

Baterai Jadi Penentu Capaian TKDN

Alih-alih hanya merakit, pemerintah kini mendorong pembentukan ekosistem baterai utuh di dalam negeri. Rantai industrinya diarahkan menyeluruh dari hulu ke hilir, mencakup pengolahan bahan baku, produksi material baterai, sel baterai, battery pack, hingga daur ulang baterai bekas.

Beberapa fondasi awal sudah mulai terbentuk. Produksi nickel sulfate dan cobalt sulfate disebut telah selesai dikembangkan pada periode 2024-2025. Tahap berikutnya, pengembangan material katoda dan anoda dijadwalkan berlangsung pada 2026-2030.

“Kalau kita bicara TKDN, ini bukan hanya bicara angka, tetapi juga bagaimana ekosistemnya terbentuk,” kata Setia dalam rapat kerja tersebut.

Industri Otomotif Wajib Perbanyak Komponen Lokal Mulai 2027

Tantangan terbesar justru dimulai saat target TKDN naik ke level 60 persen pada 2027. Pada tahap ini, pabrikan tidak bisa lagi mengandalkan aktivitas perakitan semata. Penggunaan komponen produksi dalam negeri seperti battery pack dan komponen pendukung lain menjadi keharusan.

Kemenperin mencatat sejumlah produsen seperti Chery, Wuling, dan Hyundai telah memiliki fasilitas produksi kendaraan listrik di Indonesia. Sebagian hasil produksinya bahkan mulai diarahkan untuk pasar ekspor.

Roadmap Baru Otomotif Tak Hanya soal BEV

Di luar target TKDN, pemerintah tengah menyusun roadmap baru industri otomotif nasional. Arahnya bukan hanya untuk kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), tetapi juga mencakup teknologi hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Pembaruan ini menjadi penting karena perkembangan teknologi berlangsung cepat. Pemerintah ingin memastikan strategi industri hingga 2030-2040 mampu menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur kendaraan dan komponen, bukan sekadar pasar bagi produk jadi.

Reporter: Fajar
Sumber: transportasimedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top